Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai manuver Partai Persatuan Pembangunan yang menawarkan gagasan pembentukan rumah besar bagi partai Islam bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. <p style="text-align: justify;">"Gagasan PPP membentuk rumah besar tidak perlu dikhawatirkan, karena sistem politik dan demokrasi di Indonesia tidak melarang dan membatasi hal seperti itu," kata Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (05/01/2011). <br /><br />Wakil Ketua DPR RI ini justru memberikan ucapan selamat kepada PPP yang mencoba secara serius mengajak para ulama dari sejumlah organisasi Islam untuk kembali bergabung dengan PPP. <br /><br />Menurut Priyo, menuver PPP ini bukan merupakan ancaman bagi Partai Golkar. <br /><br />"Saya juga kurang mengerti apa daya tarik yang muncul dari PPP sehingga mendorong banyak ulama membangun komunikasi dengan PPP," katanya. <br /><br />Priyo menduga, kemungkinan daya tarik itu adalah Ketua Umum PPP Suryadharma Alie yang menduduki jabatan menteri agama, sehingga membuat banyak tokoh Nahdlatul Ulama (NU) merapat ke PPP. <br /><br />Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Romahurmuziy mengatakan, PPP menawarkan gagasan menjadi rumah besar bagi partai-partai berplatform Islam untuk menaikkan perolehan suara pada pemilu legislatif 2014. <br /><br />"Perolehan suara partai partai-partai berplatform Islam selama tiga pemilu terakhir terus merosot. Hal ini tidak boleh terjadi lagi pada pemilu 2014," kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Romahurmuziy, di Jakarta, Rabu. <br /><br />Menurut dia, guna menaikkan perolehan suara partai-partai berplatform Islam pada pemilu 2014, maka partai-partai tersebut harus bersatu dan PPP membuka diri untuk menjadi rumah besar. <br /><br />Dengan membentuk rumah besar bagi partai politik Islam di Indonesia, menurut dia, Insya Allah bisa meningkatkan perolehan suara partai-partai berplatform Islam pada pemilu 2014. <br /><br />"Jika partai-partai berplatform Islam bersatu maka bisa meningkatkan perolehan suara, tidak seperti prediksi Pak Hasyim (mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi) yang memperkirakan perolehan suara partai Islam akan tetap datar," katanya. <br /><br />Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, PPP tidak membenarkan sepenuhnya prediksi Hasyim Muzadi soal kemungkinan perolehan suara partai Islam pada Pemilu 2014. <br /><br />Namun realitasnya, perolehan suara partai-partai berplatform Islam selama tiga kali pemilu terakhir selalu menurun dari 39 persen pada pemilu 1999 menjadi 26 persen pada pemilu 2009. <br /><br />Menurut Romy, prediksi Hasyim Muzadi didasarkan atas perolehan suara pada tiga kali pemilu terakhir, bukan atas dasar apa yang telah dilakukan partai Islam pasca Pemilu 2009. <br /><br />Penurunan suara partai berbasis Islam, menurut Romy, karena isu perpecahan partai Islam yang menurunkan legitimasi masyarakat. <br /><br />"Isu perpecahan dan konflik telah mendiskreditkan partai nasionalis Islam lebih besar ketimbang hal yang sama terjadi pada partai nasionalis-sekuler," katanya. <br /><br />PPP berharap dengan persatuan partai Islam akan membangkitkan semangat juang partai Islam di Pemilu 2014. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











