Puluhan hektare tanaman Pisang Menurun atau Kepok di Kelumpang Selatan, Kotabaru, Kalimantan Selatan, beberapa bulan terakhir rusak dan mati akibat terserang penyakit Layu Fusarium. <p style="text-align: justify;">Petani di Sei Kupang Jaya, Kelumpang Selatan, Narso, Jumat (14/01/2011), mengungkapkan, sudah beberapa bulan ini tanaman pisang, khususnya Pisang Kepok tidak dapat tumbuh lagi, karena yang sudah besar layu dan akhirnya mati. <br /><br />"Bahkan saat ini sudah hampir tidak ada lagi tanaman Pisang Kepok di Sei Kupang Jaya," katanya. <br /><br />Dia menjelaskan, tanda-tanda pisang yang terserang virus Layu Fusarium itu daunnya menguning, dan akhirnya semua daunnya kering sedangkan isi buahnya menjadi hitam. <br /><br />Meskipun dari luar buah pisang itu terlihat berwarna hijau dan utuh, namun setelah dipecah buah pisang itu dalamnya hitam dan sedikit berbau kurang sedap. <br /><br />Menurut Narso, penyakit Layu Fusarium itu dapat menyebar ke pisang yang masih sehat melalui parang yang telah digunakan untuk menebang batang pisang yang terinfeksi penyakit. <br /><br />Oleh karena itu, kini warga sangat berhati-hati untuk menggunakan peralatan agar pisang yang masih sehat tidak tertular Layu Fusarium. <br /><br />Karena dampaknya saat ini, masyarakat kesulitan mendapatkan buah pisang, dan harganya cukup mahal. <br /><br />Sementara itu, Layu Fusarium yang kini telah merebak ke sejumlah kecamatan di wilayah Kelumpang Itu sebelumnya telah mewabah di daerah beberapa kecamatan di Kotabaru bagian Utara. <br /><br />Lebih 1.000 hektare tanaman pisang kepok di Kecamatan Pamukan Utara, Pamukan Barat, Sungai Durian, dan beberapa kecamatan yang lainnya. <br /><br />Sebelumnya, H Gusti Syafrin Masrin, saat menjabat Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, mengungkapkan, penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum itu telah menyebar ke areal seluas 2.025 ha di Kotabaru. <br /><br />"Di Kecamatan Pamukan Barat dan Sampanahan sekitar 1.525 ha, dan Sungai Durian sekitar 500 ha," kata Safrin menjelaskan. <br /><br />Untuk mencegah agar jamur Fusarium oxysporum yang mengakibatkan buah membusuk di dalam itu, para petani diimbau untuk membongkar dan membakar pohon-pohon pisang yang terserang penyakit tersebut. <br /><br />Berdasarkan penelitian, penyakit tersebut, mulanya menyerang bagian daun luar kemudian daun bagian dalam, selanjutnya daun menjadi layu dan putus. <br /><br />Jamur tersebut kemudian menjalar ke bagian pelepah daun membelah membujur, lalu keluar pembuluh getah berwarna hitam. <br /><br />Ia juga meminta warga, jika menemukan ciri-ciri pucuk daun pisang menguning, itu tandanya pisang tersebut terserang layu fusarium, dan hendaknya batang pisang tersebut dibongkar dan dibakar. <br /><br />Agar mata rantai penularannya terputus, karena sampai saat ini belum ada jenis insektisida/fungisida yang dapat membunuh bakteri layu fusarium. <br /><br />Kepala Dinas Pertanian Kotabaru H Zuhairil Anwar saat ini belum berhasil dikonfirmasi karena tugas keluar daerah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















