Puluhan Mahasiswa Kalbar Demo Pertamina

oleh

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) demo PT Pertamina menuntut krisis bahan bakar minyak (BBM) segera diakhiri. <p style="text-align: justify;">Koordinator Aksi Afriyanto Ramadhan saat melakukan orasi di ruang pertemuan PT Pertamina Kalbar di Pontianak, Rabu (09/03/2011), mengatakan, akibat pasokan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terlambat mengakibatkan BBM sulit didapat. <br /><br />Ia mengatakan, untuk mendapatkan BBM jenis premium masyarakat paling tidak membutuhkan waktu lebih dari tiga jam setelah antre di sejumlah SPBU. <br /><br />"Di Pontianak saja harus antre lebih tiga jam, apalagi masyarakat di kabupaten," ujarnya. <br /><br />Sahri Amarta salah seorang pendemo mengingatkan, pertamina agar segera mengakhiri krisis BBM di Kalbar karena telah berdampak pada perekonomian provinsi itu. <br /><br />Ia juga mengingatkan, pihak pertamina untuk mengawasi distribusi BBM karena diduga ada permainan antara sopir tanki dengan pemilik SPBU yang berani membayar lebih sehingga memprioritaskan pengiriman pada SPBU tersebut. <br /><br />Sementara itu, harga BBM jenis premium di Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, Rabu, tembus sebesar Rp25 ribu/liter. <br /><br />Nursia (25) salah seorang Guru Sekolah Dasar Negeri 28 di Kecamatan Pontianak Utara mengaku, kaget ketika harus membayar sebesar Rp25 ribu/liter premium yang dijual oleh kios pengecer di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso Pontianak Barat. <br /><br />"Saya terpaksa membeli premium seharga Rp25 ribu/liter, karena stok BBM di sepeda motor saya sudah menipis," kata Nursia. <br /><br />Ia berharap, pertamina secepatnya menstabilkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU agar masyarakat tidak lagi terbebani dengan membeli BBM di kios pengecer yang semaunya saja menaikkan harga. <br /><br />Selain itu, ia meminta aparat kepolisin untuk melakukan razia terhadap pemilik kios pengecer yang menjual BBM hingga lima kali lipat dari harga normal. <br /><br />Dari pantuan di lapangan, antrean panjang masih mewarnai disejumlah SPBU Kota Pontianak, sehingga memacetkan sejumlah jalan protokol di kota itu. <br /><br />Sebelumnya, Sementara itu, Sales Representatif Retail VI Pemasaran PT Pertamina Wilayah Kalbar John Khaidir menyatakan, kelangkaan BBM murni karena gangguan kapal layar motor Rahmatia Sentosa dan faktor air Sungai Kapuas yang surut. <br /><br />Ia belum memastikan kapan kondisi penyaluran bahan bakar minyak di provinsi itu normal kembali. <br /><br />"Kalau normal, hari ini juga sudah ada bensin. Tetapi, jika dikaitkan dengan alur dan pasang surut, kami bisa apa. Bensin itu ada tetapi antrean yang panjang," katanya. <br /><br />Menurut dia, beberapa daerah juga mengalami kondisi kritis BBM. Hal itu terjadi sebab kapal pengangkut ke daerah tersebut dialihkan untuk mengantisipasi kekurangan BBM di Kalbar akibat tertutupnya alur Sungai Kapuas karena tenggelamnya Kapal Layar Motor Rahmatia Santosa. <br /><br />Ia mengemukakan, meski kondisi alur Sungai Kapuas sudah dinyatakan normal kembali tidak serta merta saat itu juga kapal-kapal yang mengantre bisa langsung masuk ke pelabuhan. <br /><br />"Justru itu dijadwalkan ulang karena menyangkut daerah lain di Indonesia," tegasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>