Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalimantan Barat, kini memfokuskan radius 50 kilometer persegi di kawasan Bandara Supadio Pontianak bebas api atau pembakaran lahan sehingga tidak menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas penerbangan. <p style="text-align: justify;">"Fokus kami yakni mensosialisasikan aturan bahwa tidak boleh membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar terutama di kawasan Bandara Supadio hingga radius 50 kilometer persegi," kata kepala BLHD Kalbar Darmawan di Pontianak, Kamis.<br /><br />Selain itu, di musim kemarau saat ini pihaknya berupaya semaksimal mungkin memadamkan kebakaran lahan gambut yang berada di sekitar Bandara Supadio bekerja sama dengan Manggala Agni dan pemadam kebakaran Kota Pontianak, serta Yayasan Pemadam Kebakaran Kota Pontianak.<br /><br />"Pemerintah Kalbar telah mengeluarkan aturan yang salah satu poinnya kawasan Bandara Supadio harus bebas pembakaran lahan agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan," katanya lagi.<br /><br />Sementara itu, Kepala Divisi Operasi PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Irmadani menyatakan, sudah menerima banyak keluhan pilot maskapai terkait kondisi bandara yang semakin berkabut asap karena pembakaran lahan di sekitar Kecamatan Sungai Raya. Kabut asap itu mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan bandara itu.<br /><br />"Akibat musim kering yang mendera Kalbar, banyak para penerbang yang melayangkan protesnya. Asap sudah mengganggu, terutama di pagi hari. Jarak pandang bagi penerbangan menjadi dekat sehingga menyebabkan para pilot mengeluh ke kami," katanya.<br /><br />Menurutnya, para penerbang protes karena jarak pandang ke bawah menuju landasan di Bandara Supadio Pontianak tertutup kabut asap sehingga bandara itu susah dilihat dari udara.<br /><br />Pilot, katanya, cukup kesulitan mendeteksi landasan meski dengan jarak pandang 400 feet (kaki, red) yang dalam dunia penerbangan masih dapat ditoleransi dan tidak begitu mengkhawatirkan.<br /><br />Namun, keluhan para pilot tersebut juga harus diakomodasi karena kalau dibiarkan terus akan semakin mengganggu dunia penerbangan di Kalbar.<br /><br />"Tidak menutup kemungkinan karena asap dalam beberapa waktu ke depan, bandara terpaksa ditutup," katanya.<br /><br />Pengelola Bandara Supadio Pontianak sudah melakukan berbagai langkah termasuk mengimbau melalui jejaring sosial seperti twitter yang berisi anjuran supaya warga Kalbar tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, atau memainkan layang-layang di sekitar bandara. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














