Realisasi Impor Beras Capai 1,8 Juta Ton

oleh

Realisasi pengadaan beras dari luar negeri selama 2010-2011 mencapai 1.848.426 ton atau 92,5 persen dari seluruh kontrak pengadaan beras impor yang sebesar 1.998.000 ton. <p style="text-align: justify;">Realisasi pengadaan beras dari luar negeri selama 2010-2011 mencapai 1.848.426 ton atau 92,5 persen dari seluruh kontrak pengadaan beras impor yang sebesar 1.998.000 ton.<br /><br />Data tersebut tertuang dalam Laporan Pemantauan Harga dan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan Jakarta yang diterbitkan Kamis.<br /><br />Usai meninjau pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan, hingga masa izin impor beras yang diberikan kepada Perum Bulog berakhir pada akhir Maret 2011, kegiatan pengadaan beras dari luar negeri berjalan sesuai keinginan pemerintah.<br /><br />"Realisasi saya kira konsisten dengan keinginan kami. Dan sekarang masuk fokus untuk menampung beras hasil panen yang sudah masuk masanya supaya optimal pengadaan beras dari dalam negeri," kata dia.<br /><br />Sementara terkait sisa kontrak impor beras yang belum terealisasi sampai izin berakhir, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman mengatakan,"Kami akan lihat urgensinya, kalau memang diperlukan mungkin diberi tambahan waktu realisasi." Sebelumnya pemerintah memberikan izin kepada Perum Bulog mengimpor beras untuk memperkuat stok beras nasional.<br /><br />Perusahaan negara itu ditugasi menjaga stok beras nasional sebanyak 1,5 juta ton serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan harga beras, termasuk diantaranya dengan melakukan operasi pasar beras.<br /><br />Menurut Laporan Pemantauan Harga dan Distribusi Bahan Pokok Kementerian Perdagangan, hingga 31 Maret 2011, sebanyak 135.309 ton beras telah didistribusikan dalam operasi pasar beras tahun 2011.<br /><br />Operasi pasar beras dan penyaluran beras bersubsidi dalam Program Raskin yang hingga 31 Maret 2011 sudah mencapai 764.938 ton atau 72 persen dari seluruh rencana penyaluran Raskin 2011 dinilai efektif mengendalikan harga beras.<br /><br />Harga beras yang sejak pertengahan tahun lalu naik sudah mulai turun meski masih tergolong tinggi.<br /><br />Harga rata-rata nasional beras medium selama bulan Maret 2011 sebesar Rp7.141 per kilogram, lebih rendah dibanding harga rata-rata komoditas tersebut pada Januari dan Februari 2011 yang berturut-turut Rp7.376 per kilogram dan Rp7.432 per kilogram.<br /><br />Namun harga beras medium pada Maret 2011 masih jauh lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun 2010 yang hanya Rp6.318 per kilogram.(Eka/Ant)</p>