Home / Tak Berkategori

Referendum Rakyat Yogyakarta Bukan Solusi Tepat

- Jurnalis

Jumat, 3 Desember 2010 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat sosial politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Arie Sujito menilai referendum rakyat terkait Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta bukan solusi tepat karena akan menjadi preseden buruk bagi daerah-daerah lain. <p style="text-align: justify;">"Referendum di Yogyakarta jika dilaksanakan bisa diikuti daerah-daerah lain, yakni menerapkan politik pragmatis jika menghadapi masalah yang mungkin sama," katanya di Yogyakarta, Jumat (03/12/2010).<br /><br />Menurut dia, referendum itu mengandaikan rakyat sudah mengerti substansi secara keseluruhan dari Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kemudian tinggal memilih.<br /><br />"Padahal, elite lokal dan nasional belum tentu mendalami substansinya. Sebenarnya, referendum ditempuh jika sudah menemui jalan buntu, diplomasi tidak jalan," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, semua pihak seharusnya berbesar hati, jangan emosional, dan seharusnya dicari solusi elegan dan cerdas.<br /><br />"Apa gunanya kita punya lembaga representasi hasil pemilu yang menelan biaya besar," katanya.<br /><br />Menurut dia, tugas DPD, DPR dan DPRD untuk ikut memecahkan substansi soal RUUK, dan lembaga-lembaga tersebut harus dimintai pertanggungjawaban dalam menjawab problem ini.<br /><br />"Jangan hanya diam, atau mengeluarkan jargon politik," katanya.<br /><br />Arie mengatakan, para elite politik kurang serius dan tidak terampil dalam menjalankan diplomasi untuk memecahkan masalah. Tidak suka berdiskusi dan mendalami materi aturan atau undang-undang. Mereka lebih memilih perang dingin dan kasak-kusuk serta perang pernyataan.<br /><br />"Soal keistimewaan sebenarnya banyak opsi, misalnya mengenai pengisian jabatan gubernur, ada penetapan, pemilihan oleh DPRD atau dipilih oleh rakyat secara langsung. Lalu, masing-masing itu memiliki konsekuensi kelembagaan dan sistem pemerintahannya. Jadi, mekanisme pengisian gubernur hanyalah bagian kecil dari keseluruhan substansi RUUK," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pada aspek yang lebih luas, diperlukan alokasi energi untuk membahas RUUK, termasuk bagaimana kaitan keistimewaan dan kesejahteraan rakyat, kebijakan anggaran pembangunan, akuntabilitas pemerintahan, dan kebijakan strategis lainnya.<br /><br />"Karena itu, jadikan momentum sekarang untuk lebih fokus pada pembahasan substansi, jangan terhanyut pada konstruksi politik pragmatis yang rawan terjadi distorsi," katanya.<br /><br />Ketua Umum Pergerakan Indonesia ini mengatakan, keistimewaan Yogyakarta adalah fakta sejarah, secara nasional diakui termasuk konsensus politik dan hukum (konstitusi).<br /><br />"Tinggal kita mengarahkan pada satu sisi bagaimana memberi makna baru atas konsensus sejarah yang relevan dengan tantangan ke depan, sementara di sisi lain memperdalam demokrasi dengan mempertimbangkan nilai lokal," katanya.<br /><br />Ia mengingatkan kedua sisi itu jangan terjebak pada hal-hal yang dangkal dan pragmatis. Sebaiknya dikompromikan secara cerdas dan elegan.<br /><br />"Dari situ akan diperoleh titik temu. Ingat, undang-undang ini untuk mengatur masa depan Yogyakarta dan Indonesia, bukan memfasilitasi elite lokal dan nasional bertarung," kata kandidat doktor sosiologi UGM ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play