Satpol PP Pontianak Bongkar Kios PKL

oleh

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Senin, membongkar puluhan kios pedagang kaki lima yang berdiri di atas parit di Jalan Imam Bonjol depan Universitas Tanjungpura. <p style="text-align: justify;">Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarif Saleh menyatakan, proses pembongkaran berjalan lancar, malah tidak sedikit pemilik kios liar itu yang membongkar sendiri setelah perintah pembongkaran.<br /><br />Ia menjelaskan, pembongkaran kios PKL di Jalan Imam Bonjol telah lama direncanakan tetapi selalu gagal. "Alhamdulillah akhirnya para pedagang malah rela membongkar sendiri bangunan liar yang berada di atas parit," katanya.<br /><br />Data Satpol PP Pontianak ada sekitar 30 kios liar yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya di sepanjang jalan itu.<br /><br />Pemerintah Kota Pontianak berencana akan mendatangkan alat berat untuk normalisasi parit yang selama ini berdiri puluhan kios PKL yang menggelar beraneka ragam dagangan, seperti warung kopi, toko VCD dan lain-lain, kata Saleh.<br /><br />Ramli (42) salah seorang pemilik kios liar mengaku, bingung akan berjualan di mana lagi setelah kiosnya dibongkar Satpol PP.<br /><br />"Saya berharap Pemkot menyediakan lokasi baru bagi kami," kata ayah dua anak tersebut.<br /><br />Ramli menjelaskan, penghasilan dia per hari dari jualan VCD bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, sehingga bisa menyekolahkan anaknya di SMK Pelayaran di Pontianak.<br /><br />"Malam ini anak saya mau magang di Jakarta dan membutuhkan uang, tetapi saya tidak tau mencari uang dari mana lagi karena tempat dagangan saya sudah tidak ada," ujarnya yang menyewa tempat itu Rp4,5 juta per tahun.<br /><br />Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, Pemkot Pontianak hingga kini belum berencana menyediakan lokasi baru bagi PKL Jalan Imam Bonjol.<br /><br />"Rata-rata PKL itu menyewa tempat kepada pemilik kios liar sehingga tidak perlu disediakan lokasi baru, lain halnya dengan kasus PKL di eks Pasar Sudirman," kata Sutarmidji.<br /><br />Pemkot Pontianak akhir tahun 2010 telah sukses merelokasi ratusan PKL yang berada di kawasan Pasar Sudirman ke Pasar Cempaka.<br /><br />Eks PKL Pasar Sudirman juga gratis biaya hak pakai sebesar Rp70 juta kepada 140 pedagang kaki lima yang telah menempati Pasar Cempaka di kota itu.<br /><br />Para PKL itu juga diberikan keringanan angsuran kredit bank sebanyak tiga bulan dan biaya pemasangan listriknya gratis.<br /><br />Pemkot Pontianak menargetkan lima tahun ke depan PKL yang masih semrawut bisa tertata dengan baik. Saat ini ada sekitar 13 ribu PKL yang perlu ditata agar Kota Pontianak tidak tampak semrawut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>