Sekolah Di Balangan Belum Laporkan Penerimaan Bos

oleh

Dari sebanyak 168 sekolah dasar dan 22 sekolah lanjutan tingkat pertama di kabupaten Balangan, kalimantan selatan, belum satupun yang melaporkan telah menerima dana bantuan operasional sekolah (bos) tahun 2011. <p style="text-align: justify;">"hingga hari ini (selasa,22/3) belum ada sekolah yang melaporkan penerimaan bos," kata kepala bidang pendidikan menengah dinas pendidikan balangan, abiji di paringin ibu kota balangan, selasa.<br /><br />Pencairan dana bos tahap i, yaitu untuk periode januari – maret, baru dapat dilakukan pada jum`at (18/3). Pada tanggal tersebut merupakan batasan akhir pencairan dana bos tahap i yang telah ditetapkan oleh kementrian pendidikan ri.<br /><br />"keterlambatan pencairan dana bos tahap i ini karena adanya kesalahan komunikasi dengan pihak bank kalsel selaku instansi yang di tunjuk untuk menyalurkannya," katanya.<br /><br />Namun di akui, hingga selasa (22/3) belum satupun sekolah penerima yang melaporkan kepada disdik setempat apakah dana tersebut sudah dicairkan atau belum.<br /><br />Untuk kabupaten balangan, total dana bos yang di terima sebesar rp5,5 miliar untuk sd yang berjumlah 168 sekolah dan rp1,5 miliar untuk sltp dengan jumlah sekolah sebanyak 22 buah.<br /><br />Penyaluran dana bos oleh pemerintah pusat dilakukan dengan proses transfer secara langsung kepada pihak sekolah penerima melalui bank kalsel. <br /><br />Sementara itu, direktur bank kalsel cabang paringin, fachrudin yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon menjelaskan bahwa penyaluran dana bos ke rekening sekolah sudah dilakukan sejak kamis (17/3).<br /><br />"keterlambatan penyaluran bukan karena adanya kesalahan komunikasi tetapi karena beberapa sekolah penerima ada yang belum mempunyai rekening," ujarnya.<br /><br />Tercatat, sedikitnya tiga sekolah penerima yang baru membuat rekening pada kamis (17/3) sehingga hari itu juga penyaluran baru dapat dilakukan.<br /><br />Menurutnya, sejak senin (21/3) lalu beberapa sekolah bahkan sudah mencairkan dana bos yang mereka terima.<br /><br />"dana bos itu sendiri telah masuk ke bank kalsel sejak 20 februari lalu, namun karena menunggu semua sekolah penerima memiliki rekening maka penyalurannya terlambat dan itu sesuai dengan intruksi dari disdik sendiri," katanya..</p>