Sengketa Lahan Di Tabalong Dikhawatirkan Picu Konflik

oleh

Sengketa lahan di Tabalong, Kalimantan Selatan yang belum selesai secara tuntas dikhawatirkan memicu konflik antara masyarakat dengan sejumlah perusahaan dan pemerintah. <p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Tabalong, H Muchlis SH, Jumat (18/03/2011), meminta seluruh camat untuk bisa menginventarisasi kasus lahan yang terjadi di wilayah masing-masing.<br /><br />"Persoalan lahan antara masyarakat dengan PT Cakung yang hingga sekarang belum rampung dan kita khawatir bisa menimbulkan konflik yang berimbas pada keamanan daerah," ujar Muchlis saat memimpin rapat koordinasi keamanan. <br /><br />Lahan yang sudah diinventarisasi tambah, Wabup segera dilaporkan ke bagian pemerintahan terkecuali sengketa lahan yang sudah ditangani tim wasdal. <br /><br />Sengketa lahan dengan PT Cakung diantaranya di Desa Lok Batu Kecamatan Murung Pudak, Desa Wayau Kecamatan Tanjung dan sejumlah lahan di Kecamatan Haruai. <br /><br />Hal senada juga dilontarkan Kapolres Tabalong, AKBP Drs RP Mulya, kalau selama ini persoalan lahan menjadi "pekerjaan" sejumlah oknum masyarakat maupun oknum perusahaan yang justru berdampak terjadinya konflik.<br /><br />"Ada oknum masyarakat atau perusahaan justru mencari keuntungan dari sengketa lahan yang terjadi, tentunya bisa memicu konflik baik antarmasyarakat maupun masyarakat dengan perusahaan," jelas Kapolres.<br /><br />Sejumlah camat pun mengakui kalau tuntutan ganti rugi lahan masih mendominasi terjadinya aksi demo di sejumlah wilayah. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><br /></strong></p>