Seni Budaya Bela Diri Silat Daerah Sekadau Tak Beregenerasi

oleh

Pencak Silat merupakan budaya khas Melayu , Sekadau sebagai sebuah exs-kewedanaan pada dasarnya juga pernah menjadi wilayah yang mengembangkan seni bela diri masyarakat ini. Namun sayangnya seiring dengan kemajuan zaman pencak silat saat ini kian hari-kian terlupakan. <p style="text-align: justify;">Dari informasi para tetua (orang tua) yang mengetahui sejarah dan perkembangan Sekadau hingga menapak menjadi sebuah Kabupaten sejak tahun 2003 lalu, Sekadau dimasa tahun 80an masih menyimpan beberapa perguruan Silat daerah di beberapa Kecamatan dan Derah.<br /><br />Namun kian tahun, perguruan ini kian memudar dan menghilang hingga tidak diregenerasikan.<br />Hal ini membuat semakin sulitnya ditemukan orang-orang yang memiliki keahlian bela diri yang sekilas seperti sebuah tarian dalam gerakan-gerakanya.<br /><br />“Memang sudah mulai sulit mau mencari orang-orang yang bisa bela diri silat daerah di tempat kita ini, apa lagi dari sekian banyak orang tua kita yang pernah belajar dulu tidak semua mendapatkan ijin dari gurunya untuk mengajari kepada orang lain,”tutur Abang salah seorang mantan murid di salah satu perguruan silat daerah di era 80an.<br /><br />Diceritakan Abang, pada massa tahun 80an untuk menghidupkan kesenian daerah ini, di iven-iven dan moment seperti peringatan hari kemerdekaan setiap tahun selalu di isi dengan pergelaran ataupun pertunjukan silat yang di kumpulkan dari beberapa derah dan kecamatan di Sekadau.<br /><br />Dengan adanya pergelaran tersebut, akan memancing minat kaum muda untuk memperlajari atau berguru hingga silat pada massa itu masih dapat di pertontonkan pada masyarakat ramai dan di hidupkan.<br /><br />"Jaman sekarang anak-anak muda kita lebih tertarik dan giat mempelajari seni bela diri dari jepang dan negara luar, sementara kita lihat di televisi oarang asing belajar silat yang asalnya dari daerah-daerah di indonesia,”papar Abang.<br /><br />Masih dikatakan Abang pada jaman dirinya muda di tahun 80an silam, selain seni bela diri silat masih terdapat beberapa kesenian daerah yang masih dikatakan terkait dengan langkah dan gerakan seperti Japin, tarian melayu yang tak jauh berbeda dalam gerak langkah.<br /><br />Hal tersebut membuat Sekadau pada massa itu masih menyimpan pendekar Silat yang tak hanya di cap pada lelaki namun juga kaum wanita yang mempelajari seni bela diri yang terkenal dengan “bunga-bunga gerak”.<br /><br />“Kalau berjapin atau menarikan biasanya yang belajar wanita, tapi karena antara silat, japin dan tarian tidak jauh berbeda jadi tidak heran kalau ada perempuan yang belajar silat juga,”tukasnya mengenang massa tersebut.<br /><br />Untuk itu dirinya sebagai bagian dari putra daerah yang masih merindukan akan hidupnya seni budaya daerah yang sudah punah dan tidak dilestarikan lagi sangat merindukan adanya kepedulian para orang muda untuk mau mempelajari seni budaya tersebut guna menjaga dan menghidupkan kembali asset daerah di bidang seni ini. <strong>(phs)</strong></p>