Siaga Ulat Bulu

oleh

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Arbudin mengatakan meskipun hingga saat ini belum ada lagi temuan serangan ulat bulu di kabupaten itu, namun pihaknya tetap akan siaga. <p style="text-align: justify;">“Kapanpun ada temuan baru maka kita akan langsung turun ke lapangan agar munculnya ulat bulu itu tidak menyebar kemana-mana,” kata Arbudin baru-baru ini<br /><br />Sejauh ini lanjut dia, dinas pertanian bersama para penyuluh terus memantau perkembangan lebih lanjut sejak awal mula ditemukan ulat bulu di Sintang dua pekan lalu.<br /><br />“Kita terus pantau dan sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut, juga belum ada lokasi temuan baru yang dilaporkan warga ke kita,” tukasnya.<br /><br />Namun kata dia, pihaknya tetap waspada dan berupaya untuk bereaksi cepat ketika ada temuan apalagi beberapa waktu lalu pengamat hama tanaman sudah langsung turun ke Sintang untuk mengidentifikasi jenis serangan .<br /><br />“Pada dasarnya, munculnya ulat bulu ini karena ada ketidakseimbangan ekosistem, curah hujan yang tinggi ditambah berkurangnya predator alamiah ulat bulu memberikan ruang yang baik bagi berkembangnya ulat bulu ini,” kata dia.<br /><br />Sejauh ini kata dia, ancaman hama tanaman pertanian yang paling dominan di Sintang adalah hama tikus, wereng maupun beluk, bahkan beberapa tahun lalus empat munculs erangan hama belalang namun sudah bisa dikendalikan.<br /><br />“Namun sejauh ini serangan hama itu masih bisa dikendalikan dan belum ada ledakan populasi hama yang sampai merusak tanaman pertanian dengan jumlah serangan yang luas,” tukasnya.<br /><br />Ia mengakui penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam mengendalikan hama memang berpotensi menimbulkan ledakan populasi hama kedua yang menghasilkan hama-hama yang resisten terhadap dosis pestisida kimia yang diberikan sebelumnya.<br /><br />“Namun sejauh ini dinas bersama pengamat hama dan penyuluh pertanian lapangan selalu berupaya memberikan informasi penggunaan pestisida kimia dengan bijak kepada petani,” ucapnya.<br /><br />Artinya kata dia, dengan upaya yang dilakukan itu sangat diharapkan petani bisa menggunakan pestisida dengan tidak berlebih-lebihan.<br /><br />“Kita juga berupaya memberikan informasi kepada petani untuk penerapan pestisida alami yang bisa diperoleh dari lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>