Sintang Lolos Sanksi Finansial

oleh

Kabupaten Sintang bakal lolos sanksi finansial yang dijatuhkan pada daerah yang telat mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2011 yang diberikan batas waktu hingga 15 maret 2011 lalu. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu menegaskan itu ketika dihubungi Kapuas Post kemarin. Kala itu ia masih sedang berada di Jakarta usai mengikuti kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.<br /><br />“Kita sejak menerima dana itu sudah langsung memerosesnya dan mentransfer ke sekolah penerima,” kata Lukman.<br /><br />Ia menegaskan Sintang bersama tiga kabupaten/kota lainnya di Kalbar lolos dari ancaman sanksi karena telah mencairkan sesuai jadwal yang telah ditentukan Kementerian Pendidikan Nasional.<br /><br />“Jadi kita tidak ada persoalan, informasi lengkap hasil rembuk nasional pendidikan besok saja setelah saya pulang ke Sintang,” tukasnya.<br /><br />Dalam RHP tersebut, menteri pendidikan nasional mengatakan sudah bersepakat dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan sanksi finansial kepada daerah yang belum mencairkan dana bantuan tersebut pada batas waktu yang telah ditentukan yaitu 15 maret 2011, pengecualian bagi kabupaten/kota yang sedang pilkada atau masa transisi kepemimpinan.<br /><br />Informasi dari data Kemendiknas, ada 497 kabupaten/kota yang menerima BOS dan per 15 Maret 2011 baru ada 36,6 persen atau 182 daerah yang telah mencairkan, sisanya 315 daerah masih mengendapkan dana BOS tersebut, termasuk di Kalbar karena yang telah mencairkan hanya 4 dari 14 kabupaten/kota.<br /><br />Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengatakan tahun ini dana Bantuan Operasional Sekolah  (BOS) untuk Kabupaten Sintang totalnya mencapai Rp 32,9 miliar.<br /><br />Jika di rinci maka total dana BOS Sintang untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) terdiri dari SD Negeri Rp 23,113 miliar, SD Swasta Rp 774,944 juta. Sementara untuk tingkat Sekolan Menengah Pertama (SMP) untuk SMP Negeri Rp 7,753 miliar dan SMP Swasta Rp 1,313 miliar. Dengan<br /><br />Sementara, jumlah siswa dan sekolah penerima dana bos tidak jauh beda dengan tahun 2010 dimana dana itu akan dibagikan untuk total 389 SD dengan jumlah siswa 60.139 orang dan 91 SMP dengan jumlah siswa 15.768 siswa.<br /><br />Untuk tahun 2011 menurutnya, mekanisme yang digunakan dalam pencairan dana BOS tidak lagi melalui bank yang ditunjuk tetapi langsung masuk ke kas daerah melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset.<br /><br />“Dari kas daerah kemudian menyalurkannya langsung ke sekolah-sekolah, dahulu dana tersebut merupakan dekonsentrasi provinsi, namun saat ini merupakan perbantuan untuk kabupaten,” ucapnya. <strong>(*)</strong></p>