Sintang Programkan Cetak Sawah, Irigasi dan Jalan Usaha Tani

oleh

Peningkatan ketahanan pangan daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sintang. Tahun ini selain menambah luas areal dengan mencetak sawah baru, jaringan irigasi dan jalan usaha tani juga akan dibangun. <p style="text-align: justify;">“Tahun ini selain fokus pada pencetakan sawah, kita juga rencanakan untuk pembukaan pertanian lahan kering,” Arbudin, Kepala Dinas  Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang baru-baru ini.<br /><br />Alumni Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ini mengatakan untuk tahun 2010 lalu, pencetakan sawah baru hanya terealisasi seluas 80 hektar, tetapi untuk tahun ini ditargetkan mencapai 500 hektar dengan total keseluruhan areal penanaman padi tahun ini ditargetkan mencapai 33 ribu hektar.<br /><br />“Ini komitmen kita dalam upaya untuk menambah luas sawah yang ada di Sintang yang rencananya akan tersebar merata di semua kecamatan,” jelasnya.<br /><br />Sejauh ini kata dia, setiap kecamatan memiliki potensi untuk pengembangan sawah sehingga potensi yang ada itu harus dimaksimalkan.<br /><br />“Kita sudah komunikasikan dengan para camat untuk mendata potensi lahan rawa yang akan dijadikan persawahan,” ujarnya.<br /><br />Kalau memang di tiap kecamatan tidak mencukupi luas 500 hektar, ia mengatakan pengembangan komoditas padi untuk penguatan ketahanan pangan akan dilakukan pada lahan kering.<br /><br />“Yang jelas untuk pencetakan sawah ini bertahap, sementara di lahan kering, petani kita sudah terbiasa menaman padi di lahan itu, tentunya akan ada pendampingan agar produksi di lahan kering bisa meningkat,” jelasnya.<br /><br />Ia mengatakan kebijakan penguatan ketahan pangan memang lebih difokuskan pada penambahan luas areal sawah untuk pertanian intensif dan dalam upaya mendukung itu, selama ini sudah ada sentra penangkaran benih yang dikelola masyarakat dibawah pendampingan pemerintah daerah.<br /><br />“Untuk sentra penangkaran benih ada di Sepauk, Tempunak, Sungai Tebelian dan Kelam, selama ini produksi benih dari jkelompok tani ini cukup untuk memenuhi kebutuhan di Sintang,” jelasnya.<br /><br />Dari sisi produksi, ia mengatakan pertanian intensif di Sintang untuk komoditas padi dari taget lima ton per hektar, petani sudah bisa  menghasilkan lebih dari itu.<br /><br />“Ada yang enam ton bahkan ada yang sampai delapan ton per hektar seperti di Sepauk,” bebernya.<br />Ditambahkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Robinson Marbun, selain pencetakan sawah baru seluas 500 hektar, untuk jaringan irigasi tahun ini direncanakan seluas 600 hektar.<br /><br />“Untuk jalan usaha tani kami rencakan ada  45 kilometer dan pembukaan pertanian lahan kering seluas 498 hektar,” jelasnya.<br /><br />Selain produksi di lahan sawah yang sudah melampaui target, ia mengatakan untuk pertanian lahan kering, produksinya memang masih belum terlalu tinggi.<br /><br />“Rata-rata produksi padi lahan kering baru mencapai 1,7 ton per hektar, apalagi dengan varietas lokal, usia produksinya juga panjang, namun tetap akan kita upayakan produksi di lahan kering itu bisa meningkat,” ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan untuk penangkar benih padi di Sintang saat ini sudah ada 30 kelompok penangkar inti yang tersebar di sejumlah kecamatan sentra pengembangan padi sawah seperti daerah Semuntai, Manis Raya, Kelam, belum lagi dari sub penangkar.<br /><br />“Sejauh ini produksi benih kita sudah mencapai 150 ton per tahun,” jelasnya.<br /><br />Sebenarnya kata dia, dengan pemakaian benih sesuai ketentuan budidaya yang baik sebanyak 5 kilogram per hektar, produksi benih dari kelompok yang ada di Sintang ini mencukupi.<br /><br />“Untuk memenuhi kebutuhan Sintang sebenarnya kita tidak perlu mencari dari luar, tapi petani kita masih menggunakan benih sebanyak 20-25 kilogram per hektar,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>