Sistim Eror, Sesi Pertama UNBK SMA Ditunda Hingga 6 Jam

oleh
Peserta UNBK di SMA Negeri 1 Nanga Pinoh saat sedang mengerjakan soal ujian

MELAWI- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA, tak selancar pelaksanaan UNBK SMK. Ganguan sistim atau sitim eror mewarnai pelaksanaan UNBK SMA sehingga membuat pelaksanaan pada sesi pertama yang harusnya dilaksanakan pukul 07.30, tertunda hingga pukul 12.00 WIB.

Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana UNBK SMA Negeri 1 Nanga Pinoh, Antonius. Ia mengatakan, pelaksanaan UNBK sudah berjalan. Namun tak selancar yang dipikirkan, karena terdapat kendala.

“Hanya dihari pertama ini memang ada kendala teknis menyangkut sistem aplikasi atau sistem menejemen data dari provinsi dengan sekolah, nah ini ada kemunduran waktu pelaksana, sehingga yang harusnya mulai dilaksanakan pukul 07.30 WIB, dan kami baru melaksanakan UNBK pada pukul 12.00 WIB,” ungkapnya.

Pihak pelaksanapun tak bisa memaksakan, karena kendala yang terjadi bukan human error, melainkan kendala pada sistim komputerisasi error. Pihak pelaksanapun memakluminya. “Kami terpaksa memundurkan jam pelaksanaan sesi kedua dan ketiga. Kami sudah berusaha berkerja keras, dan masih terdapat kendala, kami secara umum minta maaf,” ucapnya.

Meskipun sistim mengaalami eror, pihak peserta UNBK harus tetap bertahan di sekolah, sistim yang eror bisa dimulai. “Jadi bersyukur, anak-anak sampai dengan jam ini masih taat dengan situasi, dan masih disiplin dalam mengikuti UNBK ini dengan baik,” ujarnya.

Terpisah, kepala sekolah Madrasah Aliyah Baitulmal Pancasila, Ambia mengatakan, untuk di Madrasyah Aliyah tidak ada mengalami kendala.  Namun begitu, tetap saja ada kekhawatiran, seperti khawatir terjadi pemadaman listrik.

“Namun untungkan posisi sekolahan kami berdekatan dengan bank Kalbar, jadi andai kata terjadi pemadaman atau terjadi gangguan listrik, kami sudah melakukan permohonan ke Bank Karbar untuk menumpang arus listrik, dan Alhamdulillah permohonn kami di setujui. Jadi dari segi kendala pemadaman listrik bisa kami atasi,” pungkasnya. (edi/KN)