Pungkas Haryono (15) siswa SMP Muhammadiyah 4 Samarinda yang berstatus sebagai tahanan Rutan kelas II Samarinda harus menunda keinginannya untuk mengikuti Ujian Nasional tingkat SMP/MTs yang dimulai sejak Senin (25/4). <p style="text-align: justify;">Pungkas yang menjadi tahanan titipan Kejaksaan Tinggi Samarinda sejak beberapa bulan lalu akibat kasus pencurian, tidak bisa melaksanakan ujian akhir karena tidak adanya panitia UN yang bertugas di rutan.<br /><br />Menurut Kepala Rutan Samarinda, Ismail di Samarinda, Selasa mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kejari Samarinda sebagai upaya agar siswa SMP 4 Muhammadiyah tersebut tetap bisa melaksanakan ujian akhirnya.<br /><br />Namun koordinasi kedua lembaga tersebut belum sampai ke Diknas Samarinda sebagai penyelenggara UN.<br /><br />"Kami sudah melakukan koordinasi dengan kejari terkait persoalan ini, tapi sayangnya koordinasi yang dilakukan belum bisa tembus hingga diknas, karena ketika kami konfirmasi via telpon tidak ada tanggapan," kata Ismail.<br /><br />Menanggapi pernyataan itu, Endang Sri Rumiyati Sekretaris Panitia UN kota Samarinda, mengatakan bahwa pihaknya belum pernah mendapatkan laporan terkait siswa yang mendekam di Rutan Samarinda itu, baik dari sekolah asal siswa tersebut, kepala rutan maupun kejari.<br /><br />"Mungkin kejadian ini hanya kurang komunikasi saja, karena saya baru tahu kejadian ini, namun demikian karena ini bagian dari tugas dan tanggung jawab kami akan segera menindaklanjuti ke sub rayon terdekat," jelas Endang.<br /><br />Meski demikian Endang memastikan bahwa Pungkas tidak akan kehilangan haknya untuk mengikuti UN, karena masih ada tahapan ujian susulan UN.<br /><br />"Kalau memang kesempatan mengikuti Ujian utama UN ini sudah terlambat, dia masih punya kesempatan melakukan ujian susulan, dan kami pun akan mengupayakan hak siswa ini sebaik-baiknya," tegas Endang.<br /><br />Berdasarkan data Diknas Samarinda menyebutkan peserta Ujian Nasional SMP/MTs diikuti oleh 10.999 siswa.<br /><br />Dari jumlah tersebut tercatat 100 orang yang tidak hadir karena berbagai alasan seperti mengundurkan diri, berhenti sekolah, pindah dan tanpa alasan. <strong>(das/ant)</strong></p>














