TBC Penyebab Kematian Tertinggi Penderita HIV/AIDS

oleh

Tuberculosis (TB) merupakan penyebab kematian tertinggi bagi penderita HIV/AIDS dimana diperkirakan 70 persen pengidap HIV terjangkit TB. <p style="text-align: justify;">Tuberculosis (TB) merupakan penyebab kematian tertinggi bagi penderita HIV/AIDS dimana diperkirakan 70 persen pengidap HIV terjangkit TB.<br /><br />"Tantangan kita ke depannya antara lain TBC sebagai co-infeksi (infeksi penyerta) pada penderita AIDS dan ‘multiple drug resistant’ tuberculosis," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika membuka Kongres Nasional Tuberculosis di Jakarta, Jumat.<br /><br />TB sebagai salah satu target dari Millenium Development Goal (MDG) di Indonesia sudah tercapai tiga dari empat indikator yaitu menurunkan angka kematian, mempertinggi angka penemuan kasus dan memperbanyak angka keberhasilan pengobatan.<br /><br />Satu target yang belum terpenuhi adalah prevalensi TB , yakni menurunkan kasus dari 443 pada tahun 1990 menjadi 221 kasus per 100 ribu penduduk dan pencapaian pada 2009 adalah 244 kasus per 100 ribu penduduk.<br /><br />Sedangkan angka kematian TB per 100 ribu penduduk pada tahun 1990 adalah 92 orang dan target MDG adalah 46 dan pencapaian pada 2009 adalah 39 atau sudah memenuhi target.<br /><br />Angka penemuan kasus yang ditargetkan sebesar 70 persen juga telah dipenuhi yaitu sebesar 73,1 persen dan angka keberhasilan pengobatan sudah mencapai 91 persen atau diatas target sebesar 85 persen.<br /><br />Menkes meminta Puskesmas untuk dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) secara optimal untuk penanggulangan TB.<br /><br />"Kami berusaha terus meningkatkan anggaran untuk BOK ini," ujarnya.<br /><br />BOK tahun 2009 dianggarkan sebesar Rp900 juta dan meningkat pada 2010 menjadi Rp1,14 miliar dan pada 2011 dianggarkan sebesar Rp 1,8 miliar.<br /><br />Menkes juga mengatakan pemerintah sudah menyiapkan layanan pengobatan TB sesuai standar DOTS di 98 persen Puskesmas dan 35 persen dari rumah sakit dan balai pengobatan (BP).<br /><br />Selain itu, kendala dihadapi Kemenkes terutama karena teknologi pendeteksi penyakit tersebut masih belum terlalu maju sehingga ia berharap munculnya teknologi baru yang lebih cepat mendeteksi gejala TB.(Eka/Ant)</p>