Tenaga Perawat Banyak Menumpuk Di Kota

oleh

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sintang dr. Marcus Gatot Budi Prihono M.Kes, Rabu (23/03/2011) mengakui jika penyebaran tenaga perawat kesehatan dikabupaten Sintang belum merata, dan hanya tertumpuk di ibukota kabupaten. <p style="text-align: justify;">Penyebabnya menurut Marcus karena jumlah kunjungan riil dari masyarakat ke pusat kesehatan yang ada dikota jumlahnya lebih banyak.<br /><br />“Hal tersebut disebabkan karena riil angka kunjungan harian untuk puskesmas perkotaan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan puskesmas yang ada dikecamatan-kecamatan dan pedalaman,” ungkapnya kepada kalimantan-news.<br /><br />Dijelaskan, terdapat angka ideal bagi pemenuhan tenaga kesehatan khususnya perawat dipuskesmas ataupun tempat pemeriksaan kesehatan masyarakat. Masing-masing puskesmas, lanjut Marcus memiliki standarisasi tergantung type puskesmas tersebut. <br /><br />“Khusus puskesmas di perkotaan, memang menuntuk lebih banyak perawat, kemudian diikuti puskesmas perawatan dan puskesmas desa,” imbuhnya.<br /><br />Bahkan untuk puskesmas yang ada di kota Sintang sendiri diakui belum memenuhi standar seperti yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan bagi pemenuhan tenaga perawat. Menumpuknya tenaga kesehatan khususnya perawat di kota, juga disebabkan kebutuhan akan tenaga perawat itu sendiri bagi Rumah Sakit milik Pemerintah daerah.<br /><br />“Memang porsi tenaga perawat yang ada sekarang yang jumlahnya 427 itu, sepertiganya ada di kota Sintang. Dari jumlah tersebut sekitar 125 lebih ada di rumah sakit ditambah dengan 3 puskesmas yang ada di kota,” jelasnya.<br /><br />Marcus juga mengungkapkan, jika minat untuk menjadi perawat dan diangkat sebagai PNS cukup tinggi, namun disatu sisi pemerintah sendiri memiliki keterbatasan kuota, khususnya untuk tenaga kesehatan.<br /><br />“Setiap tahun Dinas Kesehatan hanya diberikan kuota antara 70-75 orang yang dibagi dalam berbagai profesi, yang sebagian besar ada pada posisi perawat,” kata Marcus.<br /><br />Dirinya juga menambahkan, dengan beban RS yang sedemikian tinggi, penambahan tempat tidur di RS, maka penambahan tenaga perawat harus terus dilakukan seperti dengan rekruitman dari tenaga honor daerah. Namun rekruitman tersebut juga sangat tergantung dengan kemampuan APBD.<br /><br />“Tahun 2011 ini kami hanya diberikan anggaran untuk  mengangkat tenaga honor daerah sebanyak 10 orang saja. Dengan kondisi ini, Dinas Kesehatan juga sangat sulit untuk memenuhi tenaga perawat disejumlah puskesmas yang memang masih sangat kurang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>