Terkesan Diabaikan, Tiang PJU Nyaris Tumbang

oleh
Tiang PJU berada di depan Pos Lantas Nanga Pinoh yang miring dan nyaris tumbang. Kondisi ini sudah sejak lama terjadi, namun belum juga ada tindakan perbaikan dari Pemkab Melawi--kalimantan-news.com

MELAWI- Meskipun retribusi dari Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dipungut dari masyarakat melalui setiap pembelian voucer listrik maupun pembayaran listrik pasca bayar terus berjalan hingga setiap tahunnya memberikan pemasukan milyaran rupiah. Namun PJU yang ada di Melawi bagaikan gtak bertuan. Hal tersebut terlihat dari PJU yang tidak menyala semua dan tiang listrik yang nyaris tumbang namun tidak ada perawatan dan perbaikan dari pihak Pemerintah.  Persoalan tersebutpun menuai pertanyaan di masyarakat Melawi.

“Kemana dana retribusi PJU yang dipotong dari setiap pembelian voucer atau pembaayaran listrik pasca bayar. Aneh sekali Melawi ni, harusnya retribusi itu bisa digunakan untuk perawatan, bukan malah membiarkan keruakan PJU bahkan nyaris seluruh PJU di Melawi tak beroperasi, kalaupun ada yang beriperaasi itu hanya beberapa persen saja,” kata Feri, seorang warga Desa paal Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (8/3).

Lebih lanjut Ia mengatakan, kerusakan yang tampak pada PJU di melawi ini, mulai dari lampunya yang tidak menyela. Mulai dari tugu di persimpangan bandara sampai ke Jembatan Sungai Pinoh, hanya beberapa lampu saja yang menyala, pun hanya menyala sebelah.

“Nah, yang lebih parahnya, tiang PJU yang nyaris tumbang di depan Pos Lantas Nanga Pinoh. itu tiang listrinya sudah miring. jika tiang tersebut tumbang dan menimpa pengendara, apa pemerintah mau tanggungjawab.karena kan pemerintah yang  bertanggungjawab memperbaiki dan merawat PJU tersebut,” katanya.

Feri mengatakan, kondisi kerusakan PJu dan tiang PJU yang nyaris tumbang tersebut bukan baru terjadi sekarang, namun sudah lama sekali. Namun aneh sekali tidak ada sedikitpun tergerak hati pemerintah untuk memperbaikinya.

“Jika memang leding sektor instansi yang harus melakukan perawatan dan memperbaiki PJU tersebut tidak tau,tanyakan pada provinsi. Pemerintah harusnya punya inisiatif untuk menanyakan dan punya inisitaif untuk upaya perbaikannya,tidak seperti sekarang terkesan membiarkan,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong pada 2017 lalu mengakui bahwa pengelolaan untuk penerangan jalan di serahkan ke instansinya. Namun yang jadi persoalan sampai saat ini, tidak ada dana yang dianggarkan untuk memperbaiki PJU. “Kita hanya diberikan penugasan saja, tapi dananya justru belum ada,” ujarnya singkat.

Padahal PAD yang diterima dari sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ) rata-rata perttahunnya cukup besar yakni Rp. 2 milyaran. Seperti data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada tahun 2016, tahun lalu dana yang masuk dari sektor PPJ melebihi angka Rp2 miliar.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang permana, sudah sering kali menyampaikan persoalan tiang listrik yang nyaris tumbang tersebut ke Pemkab Melawi. Pihaknya juga sering kali menghimbau pengendara agar selalu waspada. “Cuma sampai sekarang belum ada tindakan dari Pemkab. Kita takutnya, sewaktu-waktu PJU itu tumbang, mengakibatkan kecelakaan terhadap pengendara bermotor,” pungkasnya. (edi/KN)