Tim Singapura Unjuk Kebolehan Aksi Penanggulangan Bencana

oleh

Tim dari Singapura melakukan aksi unjuk kebolehan dalam latihan penanggulangan bencana pada Asean Regional Forum-Disaster Relief Exercise (ARF-Direx) di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis. <p style="text-align: justify;">Tim dari Singapura melakukan aksi unjuk kebolehan dalam latihan penanggulangan bencana pada Asean Regional Forum-Disaster Relief Exercise (ARF-Direx) di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis.<br /><br />Wakil Gubernur Sulawesi Utara Djauhar Kansil turut menyaksikan aksi tim Singapura yang mengerahkan helikopter Chinox dan berbagai kel;engkapan penanggulangan bencana alam.<br /><br />Aksi beberapa kru helikopter itu, kegiatan airdrop (membawa makanan/droping makanan lewat udara) cukup memberikan kesan masyarakat yang mengikuti proses pelatihan evakuasi bencana.<br /><br />ARF Direx merupakan kegiatan latihan bersama internasional penanggulangan bencana alam dari forum regional Asean, serta beberapa undangan negara-negara lainnya seperti dari Asia Pasifik, Amerika Serikat dan Eropa.<br /><br />Kegiatan yang berlangsung sejak 14 hingga 20 Maret 2011 yang telah dibuka Wapres Boediono itu, melibatkan banyak peserta asing dan utusan dalam negeri.<br /><br />Wagub Sulut bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, menilai proses latihan evakuasi seperti ini menjadi momentum tersendiri bagi pemerintah Indonesia dan masyarakat secara keseluruhan.<br /><br />Sementara itu, kegiatan latihan penanggulangan bencana dan evakuasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan simulasi tsunami (tsunami drill) yang melibatkan juga ribuan warga setempat.<br /><br />"Kehadiran helikopter itu mengambarkan cara melakukan evakuasi bencana alam, termasuk bagaimana tim bantuan dapat mengantar langsung makanan yang dibutuhkan tepat pada sasarannya," kata Kansil. <br /><br />Selain latihan lapangan di ARF Direx, Wagub Kansil dan Kepala BNPB meninjau kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan tepat dipusat desa Wori, seperti pelayanan kesehatan. <br /><br />Berbagai kegiatan pengobatan secara cuma-cuma digelar dengan melibatkan tenaga medis dari dalam negeri dan luar negeri, seperti dari Cina, Korsel, Singapura, Filipina dan Jepang. <br /><br />Menurut Kansil, ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Minahasa Utara, karena tenaga medis yang terlibat dalam aksi sosial ini tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga terdiri dari tim dari luar negeri.<br /><br />"Pengobatan yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari pengobatan umum, gigi, operasi katarak, sampai pada pengobatan akupuntur khusus buat penderita asam urat," tambahnya. (Eka/Ant)</p>