Titik Panas Padam Diguyur Hujan Lebat

oleh

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Supadio Pontianak Sri Ningsih menyatakan, titik panas di beberapa wilayah Provinsi Kalimantan Barat padam karena diguyur dalam sepakan terakhir. <p style="text-align: justify;">"Dari pantauan kami melalui satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tidak ada lagi titik panas seperti seminggu sebelumnya sehingga asap juga sudah lenyap," kata Sri Ningsih ketika dihubungi di Pontianak, Kamis (24/03/2011).<br /><br />Dia memperkirakan, padamnya titik panas yang sebelumnya terpantau seperti di Kabupaten Kapuas Hulu, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kayong Utara, Sintang, dan Ketapang karena guyuran hujan yang cukup lebat sejak sepekan terakhir.<br /><br />"Jarak pandang di sekitar Bandar Udara Supadio Pontianak juga normal, karena tidak diselimuti asap lagi," katanya.<br /><br />BMG juga memperkirakan sepekan ke depan bagian timur Kalimantan Barat yakni Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu berpeluang terjadi hujan sedang hingga lebat sehingga berpotensi banjir.<br /><br />"Dari tanggal 22 – 24, ketiga kabupaten di wilayah timur Kalbar itu berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat sehingga bisa memicu banjir pada dataran rendah," kata Sri.<br /><br />Sementara untuk wilayah utara, selatan dan barat Kalbar dari tanggal 25 – 28 Maret juga berpotensi diguyur hujan, tetapi intensitasnya ringan hingga sedang.<br /><br />"Dari pantauan kami di satelit, hujan akan diikuti dengan angin dan petir, tetapi tidak sampai mengakibatkan angin puting beliung," katanya.<br /><br />Akibat guyuran hujan yang cukup deras di wilayah timur Kalbar, ada beberapa yang cukup berpotensi dilanda banjir, di antaranya di Kabupaten Kapuas Hulu yaitu di wilayah Embaloh Hilir, Selimbau, Bunut Hulu dan Hilir, serta Semitau.<br /><br />Kemudian disusul kawasan Nanga Pinoh dan Serawai di Kabupaten Melawi, kata Sri.<br /><br />Menurut dia, hingga April mendatang untuk Kalbar secara keseluruhan masih ada hujan. Intensitasnya akan turun pada Mei hingga Agustus<strong>. (phs/Ant)</strong></p>