Jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan saat ini telah menjadi salah satu tenaga kerja asing terbesar di Korea Selatan dibanding dengan tenaga kerja yang datang dari negara lain, kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh. Jumhur Hidayat. <p style="text-align: justify;">"Kita sudah melampaui Vietnam sejak tahun 2008 setelah kita berhasil menempatkan lebih dari 11.000 TKI pada tahun itu," kata Jumhur kepada pers saat menyaksikan ribuan TKI yang mengikuti test untuk berangkat ke Korsel, di Jakarta, Minggu (12/12/2010).<br /><br />Dia mengatakan, saat ini jumlah TKI di Korea sudah mencapai angka 27.000 dari total 80.000 tenaga kerja asing yang datang dari 16 negara yang bekerja di Korea.<br /><br />"Kita sudah melampaui Vietnam sejak tahun 2008 setelah kita berhasil menempatkan lebih dari 11.000 TKI pada tahun itu," katanya.<br /><br />Data pada Pusat Penelitian dan Informasi (Puslitfo) BNP2TKI menunjukkan total penempatan TKI ke Korea pada 2004-2010 mencapai 24.693 orang dengan penempatan TKI ke Korea pada 2004 mencapai 367 orang, pada 2005 ada 4.367 orang, pada 2006 ada 1.214 TKI, 2007 terdapat 4.303 TKI, 2008 mencapai 11.885 TKI, pada 2009 ada 2.204 TKI dan pada 2010 data sementara mencapai 335 orang.<br /><br />Menurutnya, penempatan para TKI di Korea Selatan itu umumnya masih banyak bekerja di sektor non keahlian, tetapi jika Korea membutuhkan pihaknya siap menyediakan berapapun tenaga terampil yang dibutuhkan.<br /><br />"Kami siap mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Korea dengan menempatkan TKI ahli maupun semi ahli," kata Jumhur.<br /><br />Ia menambahkan, Korea Selatan telah terbukti menjadi negara yang paling cepat dalam pemulihan krisis ekonomi global, para TKI juga selama ini terbukti mampu membantu Korea Selatan dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat krisis global yang menghantam negara tersebut pada 2009.<strong> (phs/Ant)</strong></p>


















