MALINAU, KN — Tim Penggerak PKK Kabupaten Malinau menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) bagi para pengrajin lokal yang berlangsung di Aula Kantor PKK Malinau, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tahun 2026.
Program tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan usaha kecil berbasis kerajinan, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mengembangkan potensi ekonomi di tingkat rumah tangga.
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengrajin yang selama ini tetap konsisten menjalankan usaha mereka di tengah berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Tahun ini kita mengusung tema penguatan 10 Program Pokok PKK menuju Indonesia Emas 2045. Ini menjadi pengingat bahwa PKK memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa, dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam setiap pelaksanaan program PKK di tingkat desa. Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam melakukan pendataan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti jumlah ibu hamil, anak-anak, kondisi kesehatan, hingga keadaan rumah tangga.
“Data yang dikumpulkan kader PKK sangat lengkap dan menjadi dasar penting dalam menyusun program yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maylenty mengingatkan bahwa peran pengurus PKK tidak hanya sebatas simbolik atau seremonial, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif kader sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan keluarga.
Dalam rangka HUT Dekranasda, ia juga menyoroti tema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Indonesia” sebagai dorongan bagi para pengrajin untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan usaha, penguatan manajemen usaha kecil, serta pentingnya pendataan atau sensus pelaku usaha. Data tersebut dinilai sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Maylenty juga mengajak seluruh peserta, baik kader PKK maupun para pengrajin, untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring usaha agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Malinau di masa mendatang.











