Untan-Universitas Guangxi Dirikan Pusat Bahasa Mandarin

oleh

Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) dan Universitas Guangxi China menjalin kerja sama mendirikan dan mengelola Pusat Bahasa Mandarin di universitas negeri tertua di Kalimantan Barat tersebut. <p style="text-align: justify;">Direktur Kantor Urusan Internasional Untan, Dr Farah Diba, M.Si, dalam siaran pers di Pontianak, Selasa, mengatakan, nota kesepahaman mengenai kerja sama telah ditandatangani oleh Rektor Untan Prof Chairil Effendy dengan Mr. Wei Jinhai, Director International Exchange Division (Divisi Pertukaran Internasional) di Rektorat Untan, Senin (21/3).<br /><br />Menurut Farah Diba, kerja sama itu merupakan implementasi perjanjian antara "Confucius Institute Headquarters" dengan Kementerian Pendidikan Nasional.<br /><br />"Dan ada enam universitas di Indonesia yang terpilih dalam implementasi kerja sama tersebut yang bertujuan untuk pendirian Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia," katanya.<br /><br />Penandatanganan MoU khusus untuk pendirian Pusat Bahasa Mandarin.<br /><br />Namun selanjutnya akan dikembangkan kerja sama yang lebih luas untuk semua program studi yang ada di Untan dan Universitas Guangxi.<br /><br />Rektor Untan Chairil Effendy menyatakan Untan sangat menyambut baik kerja sama dengan Universitas Guangxi untuk pendirian Pusat Bahasa Mandarin.<br /><br />Untan merupakan satu dari enam universitas se-Indonesia yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Pemerintah China untuk pendirian Pusat Bahasa Mandarin. <br />"Pusat Bahasa Mandarin akan menjadi salah satu keunggulan Untan karena sangat mendukung kebutuhan pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat," katanya.<br /><br />Chairil mengharapkan, peresmian Pusat Bahasa Mandarin dan operasionalisasi dapat dilakukan dalam waktu tiga bulan setelah  penandatanganan MoU.<br /><br />Dia juga menyatakan agar kerja sama ini dapat ditingkatkan, tidak hanya dalam pendirian dan pengelolaan Pusat Bahasa Mandarin tetapi dalam lingkup yang lebih luas melibatkan seluruh program studi di Untan.<br /><br />Di antaranya dengan program penelitian bersama antardosen (joint research), studi banding/magang untuk dosen (staff exchange) dan studi banding/magang untuk mahasiswa (students exchange).<br /><br />Sementara Direktur International Exchange Division Guangxi University Wei Jinhai mengatakan, kerja sama itu akan membawa kemajuan bagi kedua universitas.<br /><br />"Beliau menyambut baik gagasan Rektor Untan untuk mengembangkan MoU antara kedua universitas sehingga tidak hanya dalam pengelolaan Pusat Bahasa Mandarin," kata Farah Diba mengutip pernyataan Wei Jinhai.<br /><br />Universitas Guangxi memiliki program studi Bahasa Indonesia dan mahasiswanya cukup banyak yang berminat untuk studi Bahasa Indonesia di Indonesia khususnya di Untan dalam program students exchange (pertukaran pelajar) selama satu sampai dua semester.<br /><br />Deputy Direktur International Exchange Division Guangxi University, Yang Xiaoqiang merupakan salah satu dosen program studi Bahasa Indonesia di Universitas Guangxi. Jumlah mahasiswa program studi Bahasa Indonesia selalu meningkat dan Universitas Guangxi memerlukan dosen pengajar Bahasa Indonesia.<br /><br />Wei Jinhai mengundang Rektor Untan untuk mengunjungi Universitas Guangxi dan menjadi dosen tamu untuk Program Bahasa Indonesia.<br /><br />Kunjungan dilakukan dalam waktu dekat, yaitu di awal April 2011.<br /><br />Guangxi University for Nationalities didirikan tahun 1952 dan terletak di Kota Nanning, Provinsi Guangxi Zhuang Autonomous. Saat ini dipimpin Rektor yang bernama Prof. He Longqun.<br /><br />Universitas Guangxi memiliki kampus dengan total area 132 hektare yang terbagi atas kampus timur dan kampus barat. Universitas memiliki 19 fakultas, 58 program sarjana, 2 program utama master, 42 sub bidang untuk program master dan 4 program master profesional.</p>