WABUP BUKA PELATIHAN KADER POSYANDU

oleh

Seluruh keluarga di Kabupaten Sintang hendaknya menyadari akan pentingnya prilaku hidup sehat dan pemenuhan gizi bagi anak-anak. Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus melakukan upaya dengan revitalisasi posyandu. Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan saat membuka orientasi dan pelatihan program pengembangan anak usia dini di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, 17 Maret 2011. <p> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"><span style="mso-ansi-language: EN-US;" lang="EN-US">“jaman orde baru kegiatan posyandu berjalan dengan baik dan sangat efektif. Namun sejak era reformasi, kegiatan posyandu mengalami penurunan. Terlepas dari itu semua, sebenarnya jaman dahulu masyarakat kita di pedalaman tidak mengenal yang namanya Posyandu dan ternyata banyak juga generasi saat itu yang berhasil. Tetapi itukan masa lalu, sekarang jaman sudah berubah, kegiatan posyandu sangat diperlukan masyarakat” terang Wabupjustify; text-indent: .5in;"><span style="mso-ansi-language: EN-US;" lang="EN-US">“kita tentu bertanya kenapa kegiatan posyandu menurun akhir-akhir ini, apakah petugas dan masyarakat mengalami kebosanan dengan aktivitas Posyandu yang monoton seperti itu. Maka saya sangat senang kalau kegiatan ini dilaksanakan untuk memodifikasi kegiatan posyandu, atau bahkan menemukan cara baru supaya petugas dan kader Posyandu serta masyarakat senang menjalankan kegiatan Posyandu. Harapan kita dengan adanya modifikasi ini, kegiatan posyandu bisa bergairah lagi” harap Wabup. </span> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"><span style="mso-ansi-language: EN-US;" lang="EN-US">“ke depannya kita bisa membentuk forum SKPD guna melakukan pembinaan kelapangan berkaitan dengan kampanye prilaku hidup sehat dan kesadaran gizi di Kabupaten Sintang, kita buat jadwal lalu melakukan kunjungan <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>ke desa-desa. Selain SKPD, kita juga akan melibatkan PKK, GOW, ormas dan LSM yang punya perhatian terhadap perbaikan gizi dan kampanye prilaku hidup sehat” tambah Wabup. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"><span style="mso-ansi-language: EN-US;" lang="EN-US">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Markus Gatot Budi menjelaskan saat ini dari sekitar 300 posyandu yang ada hanya 43 persen saja yang aktif. “dari angka kasus gizi buruk yang terjadi, maka kegiatan imunisasi dan posyandu masih belum menunjukan keberhasilan. Anak-anak juga masih kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung energi dan kalori. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Nah, kita akan mulai dengan 5 desa dan kelurahan dengan 10 Posyandu yang ada di Kecamatan Sintang dan Sei Tebelian terlebih dulu sebagai pilot project <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>merubah konsep Posyandu yang selama ini dikenal dengan yang baru sehingga akan lebih efektif. Dan kedepannya, kami menargetkan akan diikuti posyandu di seluruh kecamatan. Kami akan upayakan agar konsep ini bisa masuk dalam program daerah” jelas dr. Markus Gatot Budi P. M. Kes. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"><span style="mso-ansi-language: EN-US;" lang="EN-US">Sementara ketua panitia penyelenggara Adi Sulistiyono menjelaskan kegiatan pelatihan terlaksana karena ada kerjasama dengan Frontiers For Health Foundation (F2H) Bandung Jawa Barat yang merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penelitian kesehatan yang bertujuan menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi masyarakat kelas bawah dan tidak terjangkau. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>“kegiatan ini untuk menjawab keprihatinan kita pada menurunnya secara kualitas dan kuantitas kegiatan posyandu di Kabupaten Sintang. kegiatan ini akan menentukan desain baru kegiatan Posyandu. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dari 10 Posyandu. Desain baru ini tidak hanya menimbang atau kegiatan yang selama ini dilakukan, tetapi bagaimana petugas dan kader mampu membantu pertumbuhan otak anak dengan aneka permainan” jelas Adi Sulistiyono. </span></p> <p> </p> </span></p>