Wabup Kunjungi Sungai Pukat

oleh

Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan memberikan motivasi masyarakat petani karet terkait anjloknya harga karet di tingkatan petani akhir-akhir ini. Masyarakat hendaknya tetap semangat untuk bekerja, memelihara kebun, menambah luasan kebun karet dan melaksanakan aktivitas sehari-hari sebagai petani karet. Demikian disampaikan Wabup saat bertatap muka dengan masyarakat Dea Sungai Pukat Kecamatan Kelam Permai yang dilaksanakan di gedung SDN 6 Sungai Pukat pada Sabtu, 12 Maret 2011. <p>“saya sebetulnya sudah mengingatkan masyarakat terkait tidak stabilnya harga karet. Karena setiap tahun begitulah adanya. Harga karet itu ditentukan oleh sistem pasar itu sendiri melalui hukum permintaan dan penawaran. Mudah-mudahan saja masyarakat tidak banyak yang memutuskan mengambil kredit saat harga karet tinggi. Mengenai kelangkaan BBM memang dialami seluruh masyarakat Kalbar karena kapal karam di muara sungai Kapuas sehingga menghambat masuknya kapal pembawa BBM untuk wilayah Kalbar. Kita berharap pasokan minyak segera normal, dan masyarakat hendaknya bersabar” tambah Wabup. “di Desa Sungai Pukat ini juga sudah ada proyek CWSHP berupa sarana air bersih, saya minta masyarakat disini menjaga sarana itu secara bersama-sama. Begitu juga dialokasikannya PNPM PISEW tahun 2011 ini, agar masyarakat laksanakan dan awasi proyek itu dengan baik, karena proyek ini bertujuan memberdayakan masyarakat dengan slogan dari dan untuk rakyat. Manfaatkkan dana itu untuk menata desa ini sehingga tampak rapi dan bersih” jelas Wabup. Sulaiman warga Sungai Pukat menjelaskan harga karet di tingkat petani tinggal Rp. 8.000/kg. “memang sempat mencapai 23 ribu perkilogram, kemudian turun menjadi 15 ribu, 10 ribu dan sekarang tinggal 8 ribu saja, turunnya pun sangat cepat” jelas Sulaiman. Hal senada juga disampaikan oleh Nagdan selaku anggota BPD yang mengeluhkan harga karet turun tetapi harga BBM justru naik tajam dan kelangkaan pupuk. Mamat Kepala Desa Sungai Pukat menjelaskan desanya memiliki luas 2400 hektar, tiga dusun, 6 RT dengan 186 KK. “masyarakat kami berharap PLN bisa memasang jaringan listrik ke desa kami, yang bisa disambung dari Desa Pelimping yang hanya berjarak 6 KM yang diperkirakan akan menggunakan 100 tiang. Di desa kami juga sudah ada PAUD dan TK yang dikelola oleh gereja GPSK Anugrah, kami berharap ada bantuan biaya operasional untuk mereka” jelas Mamat. Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Ny. Katarina mengajak ibu PKK tingkat desa dan ibu rumah tangga agar mulai menanam tanaman obat keluarga serta memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi seperti menanam cabe, serai, lengkuas, kunyit serta sayur-sayuran sehingga untuk beberapa kondisi kita tidak perlu membeli. “karena kita ibu-ibu merupakan kepala pengelola keuangan keluarga, sehingga kita diharapkan berhemat dengan menyediakan sayuran, bumbu dapur dan tanaman obat keluarga di lingkungan rumah kita sendiri” ajak Ny. Katarina. Sementara Hendrika Camat Kelam Permai menuturkan bahwa kondisi Desa Sungai Pukat terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “masyarakat disini sangat kompak, mandiri dan sangat mudah untuk dikoordinir. Melalui lomba desa tahun lalu, wajah desa sangat berubah seperti pagar dan rumah sudah dicat dan ada penataan desa. Nah, pada pelaksanaan kegiatan PNPM PISEW nanti, laksanakan dengan baik, karena hasilnya juga untuk masyarakat disini” pesan Camat Kelam Permai.</p>