Wakil Bupati Kubu Raya Andreas Muhrotien mengatakan pengembangan usaha sektor riil berbasis desa mampu meningkatkan perekonomian di Indonesia khususnya di Kubu Raya. <p style="text-align: justify;">"Sektor riil tersebut, tentunya yang berbasis desa, di antaranya produk-produk pertanian yang merupakan sektor usaha masyarakat yang mampu bertahan kendati terjadi krisis ekonomi," katanya di Sungai Raya, Senin.<br /><br />Ia menambahkan, untuk mengangkat potensi pedesaan itu, Pemerintah Pusat telah mencanangkan Gerakan Satu Desa Satu Produk atau One Village One Product (OVOP).<br /><br />"Kita tinggal mensinergikannya dengan program daerah, karena tujuannya sama mengangkat perekonomian di pedesaan," katanya.<br /><br />Dia menjelaskan, Gerakan OVOP ini merupakan pembangunan lintas sektoral yang melibatkan dinas atau badan terkait, aparatur kecamatan/desa dan masyarakat atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta lembaga keuangan.<br /><br />"Kita telah berkomitmen untuk mendukung gerakan OVOP ini bekerja sama dengan para pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan, agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat," papar Andreas.<br /><br />Komitmen itu diwujudkan dengan pencanganan Gerakan OVOP beberapa waktu lalu di Kabupaten Kubu Raya. Selanjutnya akan dibuat payung hukum dalam bentuk peraturan bupati atau surat keputusan bupati.<br /><br />"Juga akan dibuat Kelompok Kerja (Pokja) yang bertugas mengawal jalannya Gerakan OVOP itu, sektor utama ada di Dinas Koperasi dan UMKM," ucapnya.<br /><br />Tahun ini, untuk mendukung Gerakan OVOP itu, sedang dilakukan penyusunan data atau pemetaan potensi apa saja yang terjadi di seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya yang dapat dikembangkan.<br /><br />Dari 109 desa di Kabupaten Kubu Raya paling tidak pada 2015, produk OVOP dapat diterapkan di 50 desa dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














