Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya menyatakan, sebagian dari cekungan ladang gas di Blok Natuna, D Alpha, Kepulauan Riau, ada di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Yang jelas di dalam cekungan gas di blok itu, Kalbar kena. Sekitar 30 persen sampai 40 persen kalau tidak salah," kata Christiandy Sanjaya di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurut dia, dalam rapat bersama dalam Forum Gubernur se-Kalimantan beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah menyampaikan ke Menteri Energi Sumber Daya Mineral mengenai potensi gas yang ada di Blok Natuna D Alpha, Natuna.<br /><br />Namun, lanjut dia, meski sebagian blok tersebut ada di Kalbar, yang diperhitungkan pemerintah dalam bagi hasil masih untuk daerah yang menjadi lokasi pengeboran.<br /><br />Ia mengaku senang dan Kalbar siap jika Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi lokasi blok gas tersebut, bergabung dengan provinsi itu.<br /><br />"Dari segi jarak, antara Kalbar dengan Natuna juga lebih dekat," kata Christiandy Sanjaya.<br /><br />Ia menambahkan, Kalbar juga akan mendapatkan keuntungan karena potensi pendapatan dari sumber daya alam menjadi sangat baik.<br /><br />"Tetapi semua itu masuk tingkat kementerian, tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu," katanya.<br /><br />Sedangkan mengenai mekanisme penggabungan daerah, Christiandy Sanjaya belum mengetahui seperti apa.<br /><br />Dari berbagai laman, Blok Natuna D-Alpha diklaim sebagai blok gas dengan kandungan gas terbesar di dunia. Selain diperkirakan menyimpan sekitar 500 juta barel minyak, blok Natuna D-Alpha adalah blok gas dengan cadangan terbesar di dunia saat ini.<br /><br />Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Potensi gas yang dapat dikelola sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak 75 dolar AS per barel selama periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natuna adalah 628,725 miliar dolar AS atau sekitar Rp6.287,25 triliun (asumsi kurs 1 dolar AS = Rp10 ribu).<br /><br />Blok Natuna D Alpha terletak kuranglebih 250 km dari Kepulauan Natuna.<br /><br />Kabupaten Sambas, Kalbar, yang paling dekat dengan Kepulauan Natuna, sudah menyiapkan lahan sekitar 8 ribu hektare di Kecamatan Paloh untuk pelabuhan sekaligus pengolahan gas alam cair dari blok tersebut.<br /><br />Pemkab Sambas sudah mengajukan lahan tersebut dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














