Warga Ambon Di Imbau Tidak Panikm Tsunami Jepanng

oleh

Wali Kota Ambon Jopi Papilaja mengimbau warganya untuk tidak panik dalam menyikapi dampak tsunami sebagai akibat gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) yang melanda Jepang, Jumat <p style="text-align: justify;">Wali Kota Ambon Jopi Papilaja mengimbau warganya untuk tidak panik dalam menyikapi dampak tsunami sebagai akibat gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) yang melanda Jepang, Jumat.<br /><br />"Kepada seluruh warga yang bermukim di pesisir saya imbau untuk tidak panik dalam menyikapi dampak tsunami di Jepang," kata Papilaja dalam imbauannya yang disebarkan, Jumat malam.<br /><br />Imbauan itu disampaikan Papilaja, sehubungan banyak beredar khabar bahwa Kota Ambon akan terkena imbas tsunami yang terjadi di Jepang, sehingga banyak warga terutama yang bermukim di pesisir pantai menjadi takut.<br /><br />Dia menegaskan, letak kota Ambon dengan posisi tsunami secara geografis sangat jauh dan tidak akan ada pengaruhnya.<br /><br />Guna mengantisipasi kemungkinan terjelek yang bisa terjadi, Papilaja meminta warga tetap waspada sambil terus mengikuti informasi melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon setiap saat.<br /><br />Sementara itu, Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon terus memantau dampak gempa yang melanda Jepang secara intensif.<br /><br />Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon, Irwan Slamet, membenarkan telah diinstruksikan untuk memantau perkembangan gempa dan tsunami di Jepang dan melaporkan perkembangannya kepada masyarakat.<br /><br />"Kami memantau setiap gempa susulan dengan memprioritaskan perhatian pada patahan di Provinsi Maluku Utara karena merupakan pertemuan lempengan Pasifik dan Euroasia," ujarnya.<br /><br />Irwan memastikan berdasarkan analisa maka ancaman tsunami tidak akan melanda Maluku, tapi pemantauan intensif dilakukan agar bisa memberikan informasi jelas kepada masyarakat.<br /><br />"Kami sudah menyosialisasikan perkirakan tsunami tiba di Kawasan Timur Indonesia antara lain di Papua, Papua Barat, Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Jumat (11/3) malam, pukul 20.00 WIT," katanya.<br /><br />Irwan mengimbau masyarakat pesisir agar jangan memaksakan diri untuk melaut karena pada perairan maupun laut tertentu di Maluku seperti di Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya serta Kepulauan Aru gelombang berkisar 3- 5 meter.<br /><br />"Tsunami berdasarkan analisa diperkirakan tidak melanda Maluku. Hanya saja itu tidak berarti mengabaikan kondisi cuaca ekstrim karena sering berbahaya kepada pelayaran dengan sering terjadi musibah laut," ujarnya.<br /><br />Wilayah Maluku merupakan tempat pertemuan empat lempengan bumi yakni Hindia atau Indo Australia dengan lempengan Euroasia atau lempengan Pasifik.<br /><br />Lempengan Pasifik bergerak ke arat Barat, lempengan Hindia berkerak ke arah Utara, lempengan Asia ke arah Selatan, terjadi pertemuan di kawasan laut Banda sampai perairan Maluku Tenggara.<br /><br />Daerah lain adalah Pulau Seram dan Laut Banda karena merupakan pertemuan lempengan bumi yang saling menekan sehingga lokasi ini menjadi tempat paling sering dilanda gempa.<br /><br />Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sri Woro membenarkan bahwa BMKG mengeluarkan peringatan akan terjadi tsunami menyusul gempa 8,8 skala Richter di Jepang.<br /><br />"Tsunami bakal sampai di kawasan Indonesia pukul 18.00 WIB atau 20.00 WIT," kata Sri Woro.<br /><br />BKMG telah menyebarluaskan informasi perkiraan tsunami melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter. (Eka/Ant)</p>