MUARA TEWEH, KN – Pelayanan kesehatan di Apotek Kimia Farma 156 dikeluhkan oleh seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Warga asal Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru itu datang sekitar pukul 09.00 WIB untuk berobat sekaligus mengurus surat rujukan Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertama.
Surat rujukan tersebut rencananya akan digunakan untuk mendapatkan layanan dokter penyakit dalam di RSUD Muara Teweh. Namun setibanya di Klinik Pratama Kimia Farma, warga tersebut justru tidak mendapatkan pelayanan yang diharapkan.
Petugas jaga menyampaikan bahwa dokter tidak berada di tempat. Warga diminta menunggu, namun hingga waktu berlalu tidak ada kejelasan maupun solusi dari pihak klinik terkait penerbitan surat rujukan. Tidak adanya kebijakan dari petugas yang berjaga membuat warga akhirnya memutuskan untuk pulang tanpa hasil.
“Tidak ada solusi sama sekali. Padahal ini bulan puasa, waktu sangat berharga bagi kami,” ungkap warga tersebut.
Merasa kecewa, warga kemudian menyampaikan keluhan kepada anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, S.Ag.. Menanggapi hal tersebut, Hasrat langsung melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh.
Tak lama kemudian, pihak BPJS Kesehatan turun tangan dan membantu proses penerbitan surat rujukan melalui Klinik Kimia Farma. Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat rujukan atas nama peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) akhirnya berhasil diterbitkan.
Hasrat menyayangkan kejadian tersebut dan meminta pihak Klinik Kimia Farma 156 untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama seharusnya memberikan kemudahan, bukan justru mempersulit warga.
“Bayangkan jika warga dari daerah terpencil seperti Kecamatan Gunung Purei yang harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar, tetapi justru tidak mendapatkan pelayanan maksimal. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi kendala serupa, serta meminta pihak Kimia Farma lebih sigap dalam memberikan pelayanan, termasuk mengambil kebijakan ketika dokter tidak berada di tempat.
(Ramli)











