Warga Manfaatkan Sampah Sedotan Jadi Tikar Plastik

oleh

MELAWI (kalimantan-news) – Tidak banyak masyarakat yang sadar bahwa sampah adalah barang bekas yang bisa diolah kembali dengan produk-produk yang menarik melalui kerajinan tangan-tangan kreatif. Hal tersebut juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

Salah satunya sampah sedotan. Bagi sebagian orang, bekas plastik sedotan mungkin tidak berguna atau akan dibuang di tempat sampah. Namun bagi salah satu ibu rumah tangga asal Kampung Nuak Kecamatan Ella Hilir, Joya, bekas plastik sedotan akan menjadi barang bernilai tinggi dan bisa dimanfaatkan.

Siang itu Joya terlihat asik menganyam bekas plastik sedotan di kediamannya Kampung Nuak. Tangannya tampak cekatan merangkai satu demi satu bekas sedotan plastik untuk dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis.

“Untuk bisa jadi tikar seperti ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu,” kata Joya disela-sela menganyam plastik, kemarin.

Dia melakoni pekerjaan tersebut kurang lebih 6 bulan terakhir. Bahan bakunya dia dapat dengan cara mengumpulkan bekas plastik sedotan, baik dengan cara mencari sendiri ataupun mengumpulkannya dari warung-warung yang ada di dekat rumahnya.

Setelah itu sedotan tersebut kemudian dicuci dan dikeringan, setelah itu barulah dianyam satu-persatu menjadi kerajinan. Untuk sementara ini hasil kerajinan yang dibuat baru sebatas tikar yang dipergunakannya sendiri.

“Sementara kita masih dipakai sendiri, namun kalau dijual, kita bisa jual dengan harga RP 70 ribu satu tikar,” pungkasnya. (DI/KN)