Warga Pinggiran Sangata Belum Nikmati Listrik

oleh

Warga pingggiran Kota Sangata, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim sampai kini sebagian besar belum menikmati aliran listrik, jadi mereka hanya menggunakan lampu minyak dan genset pribadi. <p style="text-align: justify;">Dilaporkan di Sangata, Kamis bahwa kondisi itu jelas memprihatinkan, mengingat Kabupaten Kutai Timur adalah daerah penghasil bahan bakar energi terbesar nasional, yakni produksi batu baranya sekitar 60-70 juta ton per tahun, terbesar dari PT. Kaltim Prima Coal (KPC) sekitar 50 juta ton per tahun. <br /><br />Dari sekian desa yang belum menikmati listrik itu, bisa terlihat pada kehidupan warga yang tinggal di dua dusun dalam wilayah Kota Sangata, yakni Dusun Kenyamukan Desa Sangata Utara dan Dusun VII Bukit Pelangi, Desa Teluk Lingga. <br /><br />Ironisnya, dua dusun yang dihuni ratusan KK itu berada hanya beberapa kilometer dari pusat kota Kutai Timur, Sangata. <br /><br />Mayoritas penduduk Dusun Kenyamukan adalah nelayan, dan petani. Sedangkan Dusun VII Bukit Pelangi, juga banyak nelayan, petani dan ada juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan perusahaan. <br /><br />Bahkan, ternyata di Dusun VII ini tercatat sejumlah pejabat Pemkab Kutai Timur Swasta, dan bahkan sejumlah pejabat terdaftar sebagai penduduk RT 40, antara lain rumah jabatan bupati, rumah jabatan wakil bupati dan rumah jabatan Sekda dan para asisten. <br /><br />Kalau rumah pejabat listriknya tidak menjadi masalah, siang malam tetap menyalah karena satu aliran dengan kawasan perkantoran yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) <br /><br />Sedangkan warga di bukit pelangi dusun VII yang hanya berbatasan puluhnan meter saja tetap saja hanya menggunakan mesin genset., bahkan ada yang masih menggunakan lampu teplok <br /><br />Menurut Kasman, Kepala Dusun VII Bukit Pelangi, berdasarkan data Sensus penduduka Tahun 2010 lalu, Dusun VII Bukit Pelangi dengan tiga RT, yakni RT 38 penduduknya 20 Kepala Keluarga atau sekitar 70 jiwa. Sedangkan RT 39 dengan 170 Kepala Keluarga atau 320 lebih jiwa. Serta RT 40 berjumlah 360 Kepala Keluarga atau 600 jiwa lebih <br /><br />Tiga RT tersebut, berada disepanjang jalan pendidikan yanfg merupakan jalan utama menuju pusat perkantoran bukit pelangi. Pemukiman warga Bukit pelanfgi berbatasan langsung dengan pusat pemerintahan Kutai Timur, tetapi listiknya belum ada <br /><br />"Jadi jumlah warga Dusun VII sekitar dengan penduduk 600 Kepala keluarga (KK) lebih atau seribu lebih jiwa pendudiknya,"kata Kasman. <br /><br />Kasman mengatakan bahwa belum masuknya aliran listrik PLN ke Bukit Pelangi, menjadi keluhan warga, sebab, selama bertahun-tahun, hanya menggunakan mesin genset. <br /><br />"Meskipun ada bantuan mesin genset dari pemkab tetapi hanya digunakan pada malam hari," ujar dia. <br /><br />"Sudah pernah mengusulkan kepada pemkab agar warha yang tinggal di bukit pelangi diberikan listrik, dengan catatan setiap bulan warga bayar iuran, namun tidak disetujui," imbuhnya. <br /><br />Sedangkan dusun kenyamukan yang berada tepatnya di pesisir , atau sekitar 8 kilometer dari pusat kota Sangata berjumlah sekitar 30 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa. <br /><br />"Warga berharap agar lsitrik segera masuk bukit pelangi, sehingga warga bisa menikmatinya dan bisa membuka usaha dan kegiatan," katanya berharap. <strong>(das/ant)</strong></p>