Warga Samarinda Keluhkan Naiknya Harga Beras

oleh

Sejumlah warga Samarinda mengeluhkan kenaikan harga beras yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir ini. <p style="text-align: justify;">"Pekan lalu (2/12) harga beras sudah naik, ternyata pekan ini kembali naik," kata Ningsih, salah satu warga yang bekerja sebagai buruh lepas di Samarinda, Kamis. <br /><br />Harga sejumlah jenis beras mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan juga terjadi pada komoditas lainnya, seperti bawang merah, bawang putih dan cabai, yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga. <br /><br />Hasil pantaun di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa beras Cap Teratai seharga Rp8.000 perkilogram pada pekan lalu (2/12), kini naik menjadi Rp8.250, dan sejak Rabu hingga Kamis pekan ini kembali naik menjadi Rp8.400/kg. <br /><br />Kemudian beras Cap Pandan Wangi yang sebelumnya Rp8.000/kg, pada pekan lalau (2/12)menjadi Rp8.250 dan kini kembali naik menjadi Rp8.400/kg. <br /><br />Begitu pula dengan beras Cap Bleko, kini juga mengalami kenaikan sebesar 4,82 persen dibanding harga pekan sebelumnya. <br /><br />Harga beras Sulawesi juga demikian, sebelumnya masih seharga Rp7.000/kg, namun pada Rabu hingga Kamis pekan ini naik menjadi Rp7.250 atau terjadi kenaikan sebanyak 3,57 persen. <br /><br />Kenaikan tertinggi pada pekan ini terjadi pada beras Cap Ketupat yang kenaikannya mencapai 4,73 persen, yakni pekan lalu seharga Rp7.400/kg, namun sejak Rabu hingga Kamis pekan ini naik menjadi Rp7.750/kg.Dua pekan sebelumnya beras Cap Ketupat hanya seharga Rp7.250/kg. <br /><br />Pada pekan lalu kenaikan harga beras tertinggi terjadi pada beras lokal IR 64 yang mencapai 7,41 persen, yakni dari sebelumnya Rp6.750/kg naik mejadi Rp7.250/kg, dan sejak Rabu hingga Kamis pekan ini kembali naik menjadi Rp7.350/kg. <strong>(das/ant)</strong></p>