Warga Transmigrasi Pedalaman Barito Kembangkan Perkebunan Karet

oleh

Ratusan kepala keluarga warga transmigrasi di Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah mengembangkan perkebunan karet seluas 225 hektare. <p style="text-align: justify;">"Perkebunan karet yang dikembangkan warga di lahan usaha transmigrasi ini merupakan bantuan pemerintah," kata Kepala Bidang Pengembangan Transmigrasi pada Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Murung Raya, Budiman di Puruk Cahu, Kamis. <br /><br />Menurut Budiman, karet yang dikembangkan 300 kepala keluarga (KK) warga transmigrasi dari luar Pulau Kalimantan dan lokal ini mencapai 46.500 bibit karet unggul yang merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Kalteng tahun 2010. <br /><br />Setiap KK, kata dia, mendapat 155 bibit karet ditanam masing-masing seluas 0,75 hektare yang sebulan lalu sudah mulai ditanam masyarakat. <br /><br />"Kita harapkan perkebunan karet ini mampu meningkatkan perekonomian warga trans, selain mengusahakan sayur-sayuran dan hasil pertanian lainnya," kata dia. <br /><br />Budiman menjelaskan, lokasi transmigrasi di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini seluas 1.114 hektare sudah dibuka sejak tahun 2008 lalu telah ditempati sebanyak 200 KK, yakni 100 KK masyarakat lokal dan 100 KK transmigran asal Nusa Tenggara Timur, Lampung Utara, Kebumen, Tanggerang dan Jakarta. <br /><br />Kemudian 2009 kabupaten yang kaya akan sumber daya alam berupa tambang emas, batu bara dan kayu ini menambah kembali penghuni lokasi transmigrasi tersebut sebanyak 100 KK, dengan menempatkan transmigran dari Lampung Utara dan Kebumen, Jawa Tengah masing-masing 25 KK, ditambah 50 KK warga setempat. <br /><br />"Pemerintah daerah akan memperluas lokasi transmigrasi ini dan mengusulkan kembali warga transmigrasi baru tahun depan," katanya. <br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten paling Utara Kalteng ini karena sebagian besar warga masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet, baik menanam bibit lokal maupun unggul seluas 40.000 hektare dengan produksi 36.000 ton per tahun. <br /><br />Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin mengatakan tahun ini pihaknya mengalokasikan bantuan 170.000 bibit karet kepada masyarakat yang akan disebarkan di sejumlah kecamatan. <br /><br />Ratusan ribu bibit karet unggul itu merupakan bantuan melalui APBD Kabupaten Murung Raya sebanyak 70.000 bibit dan 100.000 bibit dari Pemprov Kalteng. <br /><br />"Diharapkan bantuan bibit karet secara cuma-cuma ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini," katanya. <br /><br />Selain diusahakan rakyat, karet juga dikembangkan ribuan hektare oleh PT Inhutani III dengan membangun pabrik di daerah setempat dengan membuka lahan perkebunan karet di kawasan Jalan Negara Puruk Cahu – Muara Teweh yang kini sudah berproduksi. <br /><br />"Dengan adanya pabrik karet itu para petani tidak lagi menjual melalui pihak ketiga dan diharapkan langsung ke perusahaan," jelasnya. <br /><br />Di samping bantuan untuk petani karet, pemerintah di kabupaten pedalaman Kalteng yang kaya akan hasil tambang batu bara, emas dan kayu ini masih menunggu realisasi memprogramkan revitalisasi perkebunan karet ditargetkan seluas 10.000 hektare. <br /><br />"Saat ini masih terkendala revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng yang sedang proses persetujuan pemerintah pusat," katanya. <br /><br />Program revitalisasi karet ini tidak diberikan secara gratis melainkan nantinya petani mendapat pinjaman kredit dari pihak perbankan dengan bunga rendah.<strong>(das/ant)</strong></p>