Home / Tak Berkategori

Sekda Kalbar: Perbedaan Tingkatkan Toleransi Umat Islam

- Jurnalis

Rabu, 31 Agustus 2011 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat HM Zeet Hamdy Assovie mengajak masyarakat untuk bisa meningkatkan toleransi dari berbagai perbedaan yang ada antarumat beragama, terlebih kepada sesama pemeluk Islam. <p style="text-align: justify;"><br />"Lebaran tahun ini memiliki banyak hikmah yang mesti dipetik dan pahami oleh semua umat Muslim yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, karena dari sebuah perbedaan pelaksanaan Lebaran ada sebuah keindahan dari kebersamaan yang masih tetap kita jaga sampai saat ini," kata M Zeet, saat menjadi Khatib pada Salat Ied di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu.<br /><br />Menurutnya, perbedaan dalam pelaksanaan hari raya Idul Fitri bukan saja baru tahun ini terjadi karena telah berkali-kali mengalami hal yang sama.<br /><br />Namun sejauh ini umat Islam yang ada di Indonesia dan Kalimantan Barat khususnya masih bisa tetap saling menghargai satu sama lain, bahkan tidak menjadikan perbedaan pandangan itu untuk saling menghujat satu sama lain.<br /><br />"Itu menunjukkan bahwa umat Islam yang ada di Kalimantan Barat saat ini sangat penuh toleransi dan bisa menjaga persatuan dalam menegakkan ukhuwah Islamiyah. Berdasarkan hal tersebut, maka kita jadikan saja perbedaan yang ada sebagai pengayaan dari keberagamaan Islam kita," tuturnya.<br /><br />Dalam khotbahnya, M Zeet juga mengajak masyarakat Kalimantan Barat agar menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, serta meningkatkan hubungan silaturrahmi dengan sesama manusia.<br /><br />"Mari kita bersama selalu menjaga hubungan persatuan umat beragama dan saling meningkatkan toleransi antarumat beragama. Sehingga tidak ada lagi diskriminasi yang terjadi dalam bentuk apapun," katanya.<br /><br />Dia juga mengatakan, Idul Fitri merupakan momen penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok.<br /><br />Budaya saling memaafkan itu lebih populer disebut halal-bihalal, di mana fenomena itu terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu.<br /><br />"Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang," katanya.<br /><br />Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani.<br /><br />"Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. Berangkat dari makna halal-bihalal terdapat, pesan universal Islam untuk selalu berbuat baik, memaafkan orang lain dan saling berbagi kasih sayang hendaknya tetap menjadi warna masyarakat bagi masyarakat Muslim sehingga Islam di wilayah ini a menjadi Islam rahmatan lil alamiin," katanya.<br /><br />Dalam pelaksanaan sholat Ied di halaman Kantor gubernur Kalimantan Barat tersebut dihadiri jajaran SKPD dan pegawai di lingkungan Pemprov Kalbar serta masyarakat setempat berlangsung khidmat. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Inflasi Sintang Februari 2026 Capai 5,12 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Listrik hingga Bahan Pokok
Jelang Idul Fitri 2026, Pemkab Sintang Panggil Pengusaha Telur, Daging dan Sembako untuk Jaga Stok dan Stabilitas Harga
Bupati Sintang Dukung Gereja Adaptif dan Berkontribusi bagi Pembangunan Bangsa pada Sidang Sinode VII GMII
Bupati Malinau Wempi W Mawa Kunjungi Kejati Kalimantan Utara, Perkuat Sinergi Tata Kelola Pemerintahan
Kepala Badan Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Sekda Terkait Persiapan Seleksi Calon Paskibraka 2026
Monitoring dan Verifikasi Faktual Ormas di Desa Baning Kota, Santoso Pastikan Administrasi dan Legalitas Berjalan Baik
TP-PKK Melawi Gulirkan Program “Berbagi Seribu Kebaikan”, Sentuh Anak Disabilitas hingga Lansia di Bulan Ramadan
DLH Sintang Terapkan Aturan Jam Buang Sampah Mulai 2026, Siapkan Petugas Jaga TPS

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:04 WIB

Inflasi Sintang Februari 2026 Capai 5,12 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Listrik hingga Bahan Pokok

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:55 WIB

Jelang Idul Fitri 2026, Pemkab Sintang Panggil Pengusaha Telur, Daging dan Sembako untuk Jaga Stok dan Stabilitas Harga

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:49 WIB

Bupati Sintang Dukung Gereja Adaptif dan Berkontribusi bagi Pembangunan Bangsa pada Sidang Sinode VII GMII

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:17 WIB

Bupati Malinau Wempi W Mawa Kunjungi Kejati Kalimantan Utara, Perkuat Sinergi Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:13 WIB

Kepala Badan Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Sekda Terkait Persiapan Seleksi Calon Paskibraka 2026

Berita Terbaru