SINTANG, KN – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyatakan dukungan penuh terhadap peran gereja yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan Sidang Sinode VII Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) yang digelar di Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen mendukung seluruh agama yang ada untuk terus berkembang secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi bersama dalam membangun daerah maupun bangsa.
“Kita ini merah putih dan Indonesia. Maka kita harus mampu menjadi terang di mana pun berada, terutama saat ada kegelapan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar sampai selesai,” ungkap Gregorius Herkulanus Bala di hadapan peserta sidang.
Ia menambahkan bahwa gereja dan lembaga keagamaan lainnya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat, memperkuat persatuan, serta menjaga kondusivitas daerah. Di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, gereja diharapkan tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman dengan bijak.
Sementara itu, Ketua Panitia Sidang Sinode VII GMII, Juli Tarigan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 356 peserta yang merupakan utusan dari 177 jemaat dan delapan cabang jemaat yang tersebar di seluruh Indonesia. Peserta hadir dari berbagai daerah, mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Timika, Papua, menunjukkan luasnya jangkauan pelayanan GMII.
Juli juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sintang menjadi daerah dengan jumlah gereja GMII terbanyak, yakni 53 jemaat. Selain itu, ia menuturkan bahwa sejarah berdirinya GMII bermula di Sungai Sawak, Sintang, sehingga pelaksanaan Sidang Sinode ke-7 tahun 2026 ini memiliki nilai historis tersendiri bagi seluruh jemaat.
Momentum sidang sinode ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner serta program-program strategis yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, GMII dapat terus tumbuh sebagai gereja yang relevan, berdaya saing, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa serta pelayanan kepada jemaat di seluruh Indonesia.


















