Harap OPD Terkait Tindaklanjuti Atensi Kemendagri Terkait Inflasi di Sintang

- Jurnalis

Jumat, 25 November 2022 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny

i

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny

SINTANG, KN – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberi atensi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang terkait inflasi di kabupaten berjuluk Bumi Senentang ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Florensius Ronny mengatakan, perlu ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perihal atensi yang telah diberikan Kemendagri ini.

“Atensi Mendagri terkait inflasi di Kabupaten Sintang ini saya pikir perlu ditindaklanjuti oleh beberapa OPD terkait agar selalu memonitoring harga-harga di pasar,” ujar Ronny saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Kemudian dari sisi anggaran, DPRD Sintang katanya juga akan selalu mengoptimalkan supaya kegiatan-kegiatan APBD dapat bersifat padat karya, sehingga bisa dinikmati masyarakat langsung untuk menahan daya beli.

“Saya pikir sesimpel itulah untuk menindaklanjuti atensi yang diberikan Mendagri ini terkait inflasi di Kabupaten Sintang,” terang Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Terlepas dari itu, sebenrnya kata Ronny perlu dilihat standar-standar untuk menetukan inflasi di Kabupaten Sintang ini. Sebagai contoh, kalau ikan baong dijadikan standar untuk inflasi di Kabupaten Sintang, tentu akan mempengaruhi tingkat inflasi.

“Kan kita tau ikan baong situasinya musiman. Kalau di musim banjir ndk mungkin kita dapat ikan baong. Nah makanya harus ada perbaikan standar inflasi yang diberikan Kemendagri,” tutur Ronny.

Dijelaskan Ronny, hal ini bukan berarti melawan keputusan yang telah ditetapkan. Tapi Artinya perlu dilihat standar-standar dari inflasi untuk menentukannya.

“Contoh tadi, misalkan ikan baong, diganti dong dengan ikan biasa, seperti nila atau lele. Maka kemudian itu akan mempengaruhi dari tingkat inflasi itu sendiri,” tutur Ronny.

Kemudian kata Ronny, Sintang ini ada beberapa sektor penghasil, tapi banyak juga sebagai penikmat. Contoh kalau dari ayam dan telurnya, Sintang ini sebagai penikmat bukan penghasil.

“Penghasilnya Singkawang. Singkawang jak masih mengalami inflasi apalagi Sintang. Jadi tidak bisa dinilai dari satu aspek saja,” pungkasnya. (pul)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru