MELAWI-KN. Pendekatan persuasif dan humanis terus dilakukan jajaran Polres Melawi dalam menyikapi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Melalui patroli rutin dan dialog langsung dengan masyarakat, kepolisian mengedepankan edukasi serta ajakan bersama untuk menjaga lingkungan dan ketertiban wilayah.
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penambangan ilegal. Petugas turun langsung menyapa warga, mendengarkan aspirasi, sekaligus menjelaskan dampak jangka panjang aktivitas PETI terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Kapolsek Polsek Kota Baru, Edi Harianto, mengatakan langkah tersebut bukan semata penegakan hukum, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Kami hadir untuk mengingatkan dan mengajak. Lingkungan yang rusak akan berdampak langsung pada kehidupan kita semua. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat memahami risikonya dan bersama menjaga alam,” ujarnya, Kamis (19/2).
Dalam dialog tersebut, petugas menjelaskan bahwa aktivitas tambang tanpa izin berisiko menimbulkan pencemaran sungai, kerusakan lahan, serta gangguan kesehatan. Selain itu, terdapat konsekuensi hukum yang harus dihadapi jika kegiatan ilegal tetap dilakukan.
Meski demikian, kepolisian menekankan pendekatan yang mengutamakan kesadaran dan pemahaman bersama. Edukasi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat, termasuk pelaku PETI, dapat melihat dampak yang lebih luas dari aktivitas penambangan yang tidak sesuai aturan.
Patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Melawi. Kepolisian berharap upaya ini menjadi ruang dialog yang membangun, sekaligus mendorong masyarakat beralih pada aktivitas yang lebih aman, legal, dan berkelanjutan.
Menjaga alam berarti menjaga kehidupan bersama. Polisi hadir bukan hanya untuk menertibkan, tetapi juga untuk mengajak dan mendampingi masyarakat menuju perubahan yang lebih baik. (Ira)










