SINTANG, KN – Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Peningkatan Daya Saing Ekonomi yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Sintang tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Sintang Kurniawan, Anggota DPRD Sintang Toni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Forum ini menjadi ruang koordinasi bagi perangkat daerah untuk menyusun langkah strategis dalam mendorong peningkatan daya saing ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Florensius Ronny menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut saat ini berada pada angka 4,9 persen. Menurutnya, capaian tersebut cukup baik jika melihat kondisi fiskal nasional yang mengalami pengurangan anggaran dari pemerintah pusat sejak tahun 2025 hingga 2026.
“Artinya pertumbuhan ekonomi kita cukup baik di tengah kondisi pengurangan anggaran oleh pemerintah pusat yang sudah berlangsung sejak 2025 sampai 2026,” ujarnya.
Meski demikian, Florensius Ronny mengaku belum sepenuhnya puas dengan angka tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sesuai dengan rencana pembangunan yang telah ditetapkan.
“Berdasarkan RPJMD yang sudah kita susun, maka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang pada 2026 ditargetkan mencapai 6 persen. Artinya masih harus bertambah sekitar 1,9 persen dari kondisi saat ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Sintang. Menurutnya, keberadaan PKL memiliki sisi positif karena menunjukkan adanya dinamika ekonomi masyarakat serta meningkatnya kesadaran warga untuk berwirausaha.
“Saat ini banyak PKL di Sintang. Sisi baiknya itu tanda pertumbuhan ekonomi yang bagus dan warga menyadari pentingnya berwirausaha,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menilai penataan PKL tetap perlu dilakukan agar wajah kota tetap tertib, bersih, dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Sintang berencana melakukan penataan PKL secara bertahap mulai April 2026 dengan pendekatan yang humanis.
“Kita akan sampaikan lokasi mana yang boleh digunakan untuk berjualan dan mana yang tidak boleh. PKL bagi saya adalah hal yang positif dan harus kita dukung. Mereka mau berwirausaha saja kita sudah senang, hanya memang perlu ditata,” tegasnya.
Florensius Ronny juga mengajak seluruh OPD terkait untuk bekerja sama dalam merapikan tata kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia berharap melalui kolaborasi antar perangkat daerah, wajah Kota Sintang dapat menjadi lebih tertata tanpa mengurangi ruang usaha bagi masyarakat kecil.
“Ke depan saya berharap OPD yang terkait dapat bersama-sama merapikan wajah Kota Sintang agar tetap tertib, bersih, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.










