SINTANG, KN – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri Pesta Pembangunan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Petra Eben Ezer Kelam Permai pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh jemaat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan di Kabupaten Sintang.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sintang turut didampingi oleh Kapolres Sintang Sanny Handityo. Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Menariknya, pada kesempatan tersebut Bupati Sintang dan Kapolres Sintang tampil mengenakan pakaian adat khas suku Batak. Keduanya menggunakan ulos yang diselempangkan di bahu serta mengenakan sortopi, topi tradisional Batak yang menjadi simbol penghormatan dalam budaya Batak.
Tidak hanya mengenakan busana adat, Bupati Sintang dan Kapolres Sintang juga turut serta dalam gerakan tari tortor bersama para jemaat dan masyarakat yang hadir. Tarian tradisional Batak tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara pesta pembangunan gereja yang sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.
Kehadiran serta partisipasi Bupati Sintang dan Kapolres Sintang dalam tarian tortor disambut antusias oleh jemaat HKBP Petra Eben Ezer Kelam Permai. Suasana kebersamaan terlihat begitu hangat ketika para peserta acara bersama-sama menari mengikuti irama musik tradisional Batak.
Pesta pembangunan gereja tersebut merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur jemaat atas proses pembangunan rumah ibadah sekaligus sebagai momentum mempererat hubungan kekeluargaan di antara sesama jemaat dan masyarakat sekitar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya Batak yang telah menjadi bagian dari keberagaman budaya di Kabupaten Sintang. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan keberagaman terus dipupuk di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan kehadiran pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan keagamaan dan budaya seperti ini, diharapkan hubungan harmonis antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Hal ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sintang.










