SINTANG, KN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengungkapkan bahwa ketersediaan kontainer penampung sampah sementara di wilayahnya saat ini masih jauh dari kata ideal. Hal tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Siti Musrikah menyebutkan bahwa jumlah kontainer yang tersedia saat ini hanya sebanyak 9 unit. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kondisinya sudah mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya beban kerja petugas kebersihan serta menurunnya efektivitas penanganan sampah di lapangan.
“Kita saat ini hanya memiliki 9 kontainer, dan itu pun banyak yang sudah rusak. Hal ini membuat kami kewalahan dalam menangani volume sampah yang terus meningkat,” ujar Siti.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan ideal kontainer sampah di Kabupaten Sintang setidaknya mencapai 30 unit. Dengan jumlah tersebut, diharapkan distribusi penampungan sampah dapat lebih merata dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.
Keterbatasan sarana ini juga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya, seperti penumpukan sampah di titik-titik tertentu serta meningkatnya risiko pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk menambah jumlah kontainer serta melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang sudah ada.
Siti Musrikah menegaskan bahwa peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.










