SINTANG, KN – Srihayati Nur Handayani resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting RSUD Ade M. DJoen Sintang, menggantikan Fatten Hamama yang masa jabatannya telah berakhir. Pergantian kepengurusan ini disahkan melalui Musyawarah Ranting (Musran) ke-VIII yang digelar di Aula RSUD Ade M. DJoen Sintang pada Rabu, 1 April 2026.
Pengurus lama yang berakhir masa bakti terdiri dari Fatten Hamama, Theresia Maria, dan Massuainah. Sementara itu, pengurus baru yang dipimpin Srihayati Nur Handayani mencakup Pitriyati dan Herawati, membentuk tim yang siap melanjutkan program kerja organisasi.
Srihayati Nur Handayani menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan tim pengurus baru. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan dari seluruh anggota serta pengurus cabang IBI Kabupaten Sintang untuk mengembangkan organisasi. “Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami dalam mengemban amanah. Semoga kita tetap dapat bekerja sama dengan baik untuk kemajuan organisasi yang kita cintai ini,” ujar Nur Handayani.
Saat ini, IBI Ranting RSUD Ade M. DJoen Sintang memiliki 64 anggota yang tersebar di beberapa unit kerja di rumah sakit, namun tetap bersatu sebagai satu keluarga dan satu ranting. Srihayati menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi yang ada agar organisasi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Pengurus baru berkomitmen memfokuskan program pada peningkatan kualitas pelayanan kebidanan, khususnya mendukung program kesehatan ibu dan anak. Melalui koordinasi yang baik antaranggota, diharapkan setiap bidan dapat terus meningkatkan kompetensi, memberikan pelayanan profesional, serta bersikap humanis terhadap pasien.
Selain itu, pengurus baru menekankan penguatan solidaritas internal organisasi dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak terkait. Dengan semangat kebersamaan, IBI Ranting RSUD Ade M. DJoen Sintang diharapkan mampu berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan kesehatan daerah, termasuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang, sekaligus memperkuat posisi bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.










