NUNUKAN, KN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) beserta gedung sarana dan prasarana pendukung pada empat satuan pendidikan di Kabupaten Nunukan, Senin (25/5/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di SMA Negeri 3 Nunukan sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Total anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan pada empat sekolah tersebut mencapai Rp24,4 miliar. Pembangunan meliputi SMA Negeri 3 Nunukan, SMA Negeri 1 Sei Menggaris, SMK Negeri 1 Sembakung Atulai, dan SLB Negeri Nunukan.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah perbatasan.
“Anak-anak Kalimantan Utara sebagai calon penerus pembangunan di masa depan tidak boleh tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak,” tegas Zainal.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Ia menambahkan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
SMA Negeri 3 Nunukan menjadi sekolah dengan alokasi anggaran terbesar, yakni Rp11.496.401.000. Fasilitas yang dibangun meliputi delapan ruang kelas, ruang guru, kantor sekolah, dan berbagai sarana pendukung lainnya dengan kapasitas hingga 312 siswa.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Sei Menggaris memperoleh anggaran sebesar Rp2.534.180.000 untuk pembangunan gedung kantor dan ruang kelas baru guna menunjang proses belajar mengajar.
Di sektor pendidikan kejuruan, SMK Negeri 1 Sembakung Atulai mendapatkan anggaran Rp3.226.953.576 yang digunakan untuk pembangunan ruang praktik agribisnis, laboratorium IPA, serta fasilitas sanitasi.
Sedangkan SLB Negeri Nunukan memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp7.162.303.330 untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif. Fasilitas yang dibangun meliputi 17 ruang kelas, perpustakaan, ruang terapi, ruang pembelajaran khusus, hingga asrama bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain menyoroti pembangunan fisik, Gubernur juga memaparkan capaian sektor pendidikan di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data yang ada, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah atas telah mencapai 96,92 persen. Namun, Angka Partisipasi Murni (APM) masih berada pada angka 68,62 persen.
Menurut Zainal, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya anak-anak usia sekolah yang mengalami keterlambatan mengenyam pendidikan atau menghadapi berbagai kendala untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjang usianya.
“Masih ada anak-anak kita yang terlambat memulai atau terhambat oleh keterbatasan. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan tersebut,” ujarnya.
Ia berharap seluruh sekolah yang diresmikan dapat menjadi pusat pendidikan yang berkualitas, mencetak generasi unggul, serta menjadi contoh dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Utara, khususnya di wilayah perbatasan negara.
“Dengan fasilitas yang semakin baik, kita berharap kualitas pendidikan juga semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
(dkisp)










