MELAWI-KN. Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar aksi bersih lingkungan secara serentak di sejumlah titik strategis sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melawi, Oslan Junaidi, mengatakan peringatan HPSN tahun ini dimulai lebih awal dari tanggal resminya, 21 Februari, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga kebersihan daerah.

“Alhamdulillah partisipasi masyarakat cukup ramai. Kegiatan difokuskan di tiga titik utama, mulai dari kawasan ESDF hingga sekitar Pasar Garuda, kemudian Pasar Sayur Makassan, serta sepanjang jalan protokol,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengimplementasikan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat pengelolaan kebersihan dan lingkungan.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan aksi bersih lingkungan memiliki makna strategis. Selain memperingati HPSN, kegiatan ini juga menjadi persiapan menyambut Ramadan serta tindak lanjut instruksi pemerintah pusat terkait penanganan kebersihan dan penataan lingkungan daerah.
Menurutnya, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk membiasakan memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghidupkan kembali budaya gotong royong, serta menjaga kebersihan fasilitas umum, tempat ibadah, pasar, dan permukiman.
“Melawi harus kita jaga bersama agar tetap bersih, indah, dan nyaman. Menjelang Ramadan, mari kita sambut bulan penuh berkah dengan lingkungan yang bersih dan hati yang suci,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sistem pengelolaan sampah, meningkatkan sarana dan prasarana kebersihan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan peduli lingkungan.
Ia berharap aksi bersih ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Kebersihan, menurutnya, harus menjadi karakter dan identitas bersama warga Melawi. (Ira)


















