Dua Kecamatan di Perbatasan Belum Menikmati Aliran Listrik Negara

oleh
Melkianus

SINTANG, KN – Anggota DPRD Sintang, Melkianus meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera mencarikan solusi akan persoalan listrik bagi masyarakat di perbatasan khususnya di Kecamatan Ketungau Tengah dan Kecamatan Ketungau Hulu, Pasalnya didua Kecamatan itu tidak ada listrik Negara.

“Kondisi ini memang sudah lama terjadi di wilayah perbatasan, Tetapi kita dari DPRD meminta segera mungkin ada solusi akan persoalan listrik” katanya saat ditemui di DPRD Sintang.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan saat ia mengunjungi Desa Nanga Seran, Kecamatan Ketungau Tengah dan Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu sangat miris, dimana listrik di kedua wilayah perbatasan itu tidak ada sama sekali, alhasil masyarakat setempat pun mengandalkan PLTS dan genset.

“PLTS dan Genset bagi masyarakat yang mampu, bagi yang tidak mampu, nah ini yang menjadi persoalannya, makanya dari sekarang sudah harus ada solusi nyata yang di buat oleh Pemerintah Kabupaten Sintang, apalagi kedua Desa itu merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga” ungkapnya.

Selain persoalan listrik, Melkianus juga mengatakan infrastruktur jalan dan jembatan di kedua Kecamatan itu khususnya di Desa Nanga Seran dan Nanga Bayan, tak kalah pentingnya untuk dibangun.

“Coba kita start dari penyeberangan di Ketungau Tengah hingga ke Ketungau Hulu, begitu hancur leburnya kondisi infrastruktur jalan dan jembatan kita” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tidak lagi bisa membangun maupun mengucurkan anggaran pembangunan jalan dan jembatan disana, sebab jalan tersebut masuk dalam status jalan paralel yang artinya kewenangan penuh ada di Pemerintah Pusat.

“Status jalan adalah status parallel, padahal jalan itu sudah pernah ditangani tapi kondisnya masih sangat memprihatinkan sangat memprihatinkan” ujarnya.

Oleh karena itu, Melkianus memastikan akan menyampaikan kondisi rill infrastruktur di kedua kecamatan itu ke Pemerintah Pusat agar kembali jalan itu dilakukan pembangunan.

“Tentu akan kita sampaikan ke pusat melalui Bupati agar meminta PU pusat kembali untuk merawat jalan paralel ini” bebernya.

Sebab, kata Melkianus, jalan paralel ini merupakan akses satu satunya untuk menghubungkan Kecamatan Ketungau Tenngah dan Ketungau Hulu.

“Ini jalan satu satunya yang digunakan, makanya persoalan infrastruktur jalan dan jembatan serta listrik merupakan hal yang mendesak bagi masyarakat setempat untuk dibangun” pungkasnya.(Fr)