Hasil Rapid Test, Seorang Ibu Di Melawi Terkonfirmasi Reaktif Covid-19

oleh
Bupati Melawi, Panji, yang merupakan ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Corona virus Desease 2019 bersama tim, saat menyampaikan informasi terkait seorang ibu berusia 65 tahun yang terkonfirmasi Reaktif atau positif Covid-19 berdasarkan Rapid Test. (Dedi Irawan/KN)

Melawi (kalimantan-news.com) – Pemerintah Kabupaten Melawi mengumumkan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, terkait Hasil Rapid Test di RS Soedarso terhadal seorang ibu berusia 65 tahun asal Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi.

“Pada hari ini. Selasa tanggal l4 April 2020, Saya Panji, S. Sos, selaku Bupati dan ketua gugus tugas percepatan penanganan penanggulangan covid-l9 kabupaten Melawi, menyampaikan hal-hal yang terkait dengan penduduk berjenis kelamin perempuan berumur 65 tahun warga Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi. Pagi hari ini, diinformasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi melalui WA, hasil pemeriksaan rapid testnya di rumah sakit Soedarso Pontianak menunjukkan hasil reaktif¬† Covid-19 berdasarkan Rapid Test namun kepastiannya masih menunggu hasil laboratorium SWAB/PCR,” kata Bupati Melawi, Panji, saat melakukan Konfrensi pers di ruangan media Centre kantor Bupati Melawi, Selasa (14/4/2020).
Panji mengatakan, yang bersangkutan sekarang sedang dirawat di ruang isolasi rumah sakit Soedarso Pontianak dengan diagnosa penyakit jantung dan Reaktif Covid 19 berdasarkan Rapid Test .
“Pemerintah Melawi, setelah menerima informasi tersebut segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut secara terintegras, dengan menimbang berbagai aspek dan akan segera dilaksanakan khususnya di Desa Senempak dan Desa Kenual, di mana yang bersangkutan pernah tinggal,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Panji meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun harus makin patuh kepada himbauan-himbauan dari pemerintah tentang pencegahan covid-i9, makin siaga terhadap penggunaan masker di setiap waktu dan siaga terhadap kebersihan diri sendiri, serta siaga terhadap kemungkinan berdekatan dengan sumber penularan covld-l9.
“Selanjutnya, kepada para camat beserta unsur forkompincam dan para kepala desa beserta jajarannya, agar segera melaporkan warganya yang dalam 30 hari yang lalu melakukan perjalanan dari kota Pontianak atau luar Kalimantan Barat, dan segera melaporkan kepada gugus tugas. Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada tuhan yang maha esa, agar Melawi beserta masyarakatnya selalu diberikan kekuatan dan kesehatan dan terhindar dari wabah pandemi Covid-19,” jelasnya. (Irawan/KN)