Infrastruktur Banyak Yang Rusak, Dewan Harapkan Mengoptimalkan UPJJ

oleh
Hikman Sudirman

SINTANG, KN – Masih banyaknya infrastruktur di Kabupaten Sintang yang rusak khususnya jalan di karenakan keterbatasan anggaran, kadang perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah hanya difokuskan untuk fungsional saja.

Merespon hal tersebut, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman menekankan agar penggunaan anggaran harus sesuai prioritas.

“Dewan ini kan dibidang budgeting, ketika membahas anggaran, akan kita verifikasi dulu prioritas yang disampaikan pemerintah. Seharusnya, kita komitmen dengan itu, Jadi penggunaan anggaran diharapkan sesuai prioritas,” tegas pria yang akrap di sapa Sudir ini.

Soal urutan prioritas kata politisi Partai Demokrat ini, tentu tertuang dalam program kerja pemerintah daerah. Dan sudah disepakati melalui kebijakan umum anggaran yang dituangkan dalam program kerja pemerintah daerah tesrsebut.

“Intinya harus konsisten, Jangan sampai dalam perencaan sudah tersusun, tapi dimata anggaran malah berbeda. Kalau berbeda, tentu programnya tidak kesampaian. Atau tidak sesuai program awal,” jelasnya.

Berkaitan dengan infrastruktur jalan di daerah pemilihan (Dapil) yakni Kecamatan Kayan Hilir-Kayan Huluk, ini mengakui kalau kondisinya sebagian besar masih rusak.

“Untuk infrastruktur jalan, jangankan menuju desa, Akses ke ibukota kecamatan saja masih sulit. Jadi, saya sulit mengatakan jalan mana yang bagus. Karena kenyataannya, sebagian besar masih mengalami kerusakan,” kata Sudir.

Agar pembangunan lebih baik kedepan, ia menekankan pentingnya penggunaan anggaran secara efektif dan efesien. Uang memang kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan infratsruktur yang harus dibangun.

“Tapi, udah uangnya kurang, alokasi tidak tepat, tentu akan berpengaruh. Makanya, solusinya adalah mengoptimalkan fungsi Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ),” jelasnya.

Ia yakin, jika UPJJ dikelola dengan benar, pasti akan membantu perbaikan jalan secara cepat. Jangan sampai ruas jalan yang rusak dibiarkan lama karena harus menunggu proyek. Akhinya semakin rusak dan memerlukan dana besar.

“Makanya perlu pemeliharaan berkesinambungan melalui UPJJ,” pungkasnya. (TM)