SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar acara buka puasa bersama di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian bingkisan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Mujahidin.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Bupati Sintang, Danrem 121/ABW, Ketua TP PKK Sintang, anggota Forkopimda, anggota DPRD Sintang, Ketua MUI Sintang, pimpinan organisasi masyarakat, pimpinan partai politik, kepala OPD di lingkungan Pemkab Sintang, serta anak-anak Panti Asuhan Mujahidin.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna penting sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang dengan berbagai unsur masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat terus memperkuat komitmen dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar Gregorius.
Ia menegaskan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sintang tidak dapat dicapai oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan semangat gotong royong demi mewujudkan Kabupaten Sintang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Gregorius juga berharap bulan Ramadan dapat menjadi momentum bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Tugas dan tanggung jawab yang kita emban sebagai aparatur pemerintah merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, dedikasi, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang, H. Syaiful Anam, berharap kegiatan buka puasa bersama pada Ramadan tahun ini dapat semakin memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa inti dari ibadah puasa adalah menahan diri dan membersihkan hati dari berbagai pikiran serta sikap negatif.
“Menahan diri bukan hanya dari makan dan minum dari subuh sampai magrib, tetapi juga menahan diri dari pola pikir dan hati yang negatif seperti berburuk sangka, takabur, dan merasa lebih baik dari orang lain,” jelasnya.
Dalam tausiyahnya, H. Anang Nurcholis menyampaikan bahwa memasuki hari ke-21 Ramadan, umat Islam diharapkan tetap semangat menjalankan ibadah puasa hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, puasa mengajarkan umat Islam untuk menahan lapar dan hawa nafsu, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Ketika Ramadan kita juga memiliki kewajiban menunaikan zakat. Artinya kita harus peduli dengan sesama dan saling tolong-menolong,” katanya.
Ia berharap setelah Ramadan, masyarakat Kabupaten Sintang tetap menjaga semangat kebersamaan serta terus mendukung pembangunan daerah bersama pemerintah.










