MELAWI-KN. Situasi tak lagi dibiarkan menggantung. Pasca kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat memicu kepanikan warga, Polres Melawi bergerak cepat dan tegas. SPBU disisir, distribusi dipantau, dan setiap celah gangguan langsung ditekan.
Operasi pengamanan difokuskan pada titik vital penyaluran BBM di Kabupaten Melawi, dengan perhatian utama kawasan Nanga Pinoh sebagai pusat aktivitas distribusi.
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon melalui Kabag Ops AKP Bhakti Juni Ardhi menegaskan patroli bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan pengawasan intensif untuk memastikan distribusi BBM berjalan transparan, tertib, dan tanpa penyimpangan.
Patroli lapangan dipimpin langsung KBO Samapta Darmawan Susilo bersama 10 personel dengan kendaraan operasional Polri. Sejak 13 Februari 2026, SPBU strategis menjadi sasaran pengawasan berlapis guna menutup potensi penimbunan, penyalahgunaan, maupun praktik curang.
“Distribusi relatif terkendali, meski antrean masih terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang. Penyaluran kami pastikan diawasi ketat,” tegas Bhakti.
Tak hanya patroli bergerak, pengamanan statis juga diperkuat. Delapan personel disiagakan di setiap SPBU untuk memastikan penyaluran sesuai aturan dan menutup ruang manipulasi distribusi.
Pesannya tegas: distribusi BBM tak boleh lagi bermasalah. Aparat berjaga penuh, pengawasan diperketat, dan setiap gangguan—sekecil apa pun—akan langsung ditindak tanpa kompromi.
Sementara itu, seorang warga Melawi, Hermanto, berharap pengawasan tidak hanya dilakukan saat pengisian kepada konsumen. Ia meminta aparat juga memantau sejak awal, terutama saat mobil tangki memasok BBM ke SPBU.
“Pengawasan harus dari hulu sampai hilir. Saat tangki datang juga harus diawasi langsung, supaya tidak ada permainan sebelum BBM dijual ke masyarakat,” ujarnya.
Desakan warga itu menjadi sinyal jelas publik menuntut distribusi BBM berlangsung jujur, terbuka, dan benar-benar diawasi dari sumber hingga ke tangan konsumen. (Ira)


















