SINTANG, KN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat wilayah perbatasan negara.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Aula Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang, Selasa (28/4).
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Alexander Rombonang, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Sintang Barrie Danu Brata, para camat wilayah perbatasan, 14 kepala desa yang berbatasan langsung dengan Sarawak, serta perwakilan OPD dan PLN wilayah Sintang.
Dalam arahannya, Kartiyus menyampaikan bahwa pembangunan kawasan perbatasan di Kabupaten Sintang telah menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya pada sektor infrastruktur dasar.
“Pembangunan sudah jauh lebih baik, jalan sudah banyak yang diaspal, listrik negara juga sudah masuk. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan, termasuk yang merelakan lahannya untuk pembangunan jalan paralel,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat, termasuk adanya sekitar 125 rumah yang direlokasi untuk mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan.
Kartiyus juga mengingatkan para kepala desa agar selalu siap dengan data pendukung pembangunan, seperti data rumah tidak layak huni, lahan pertanian, serta potensi desa lainnya.
“Siapkan semua data dengan baik. Jika ada program mendadak dari pemerintah pusat, kita sudah dalam kondisi siap untuk menindaklanjuti,” pesannya.
Selain itu, ia mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah provinsi dalam memperluas jaringan listrik di wilayah perbatasan.
Kartiyus juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian jalan paralel perbatasan, mengingat negara tetangga telah lebih maju dalam pembangunan infrastruktur.
“Di wilayah perbatasan Malaysia, jalan sudah dibangun hingga delapan jalur. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan,” pungkasnya.











