SINTANG, KN – Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Helmi mengikuti rapat koordinasi (rakor) mengenai mekanisme pembiayaan pinjaman dari bank-bank Himbara dan dukungan asuransi dalam rangka mendukung program swasembada jagung tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring di Ruang PPKO Polres Sintang pada Senin, 9 Maret 2026.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, lembaga perbankan, dan perusahaan asuransi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di Kabupaten Sintang. Program swasembada jagung menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain Helmi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para pejabat utama Polres Sintang, pimpinan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sintang, Bank Negara Indonesia (BNI) Sintang, serta Bank Mandiri Sintang. Turut hadir pula perwakilan Asuransi Jasindo Sintang, Ketua Primkopol Polres Sintang, serta para Kapolsek jajaran Polres Sintang.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai mekanisme pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk mengembangkan usaha pertanian jagung. Melalui dukungan perbankan Himbara, para petani diharapkan dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.
Selain pembiayaan dari sektor perbankan, dukungan perlindungan usaha melalui asuransi juga menjadi salah satu topik penting yang dibahas dalam rapat tersebut. Asuransi pertanian dinilai dapat memberikan perlindungan bagi petani terhadap berbagai risiko usaha, seperti gagal panen akibat faktor cuaca maupun serangan hama.
Staf Ahli Bupati Sintang Helmi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung penuh upaya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga keuangan dalam memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, pengembangan komoditas jagung memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan antara seluruh pihak yang terlibat agar program swasembada jagung dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pembiayaan dan perlindungan usaha pertanian. Dengan demikian, program swasembada jagung tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Sintang serta mendukung ketahanan pangan nasional.










